Tuesday, 25 December 2012

Anything I'm Not

foto by. sxc

Kembali serasa berada di ambang kehancuran.....
Kondisiku mulai melemah lagi. mulai berkeluh kesah, feelin that i'm the most suffering person in the world... beneran, penyakit yang menyerang kondisi kejiwaan ini mulai merambat pada kondisi fisik....
Alhasil, mmhhhmm....berujung pada kemalasan yang terlalu akut.
Eeehhh...ga sengaja, saat naik angkot ngeliat pengemis yang tengah berjibaku di tengah teriknya matahari. Muncul pikiran di kepala ku, mengapa mereka mau duduk berjam-jam di perempatan itu? Apakah mereka pernah merasa jenuh dengan apa yang mereka lakukan? Dan yang paling membuatku mual adalah, memikirkan, apakah mereka sering merasa malu mengasongkan tangan-tangan mereka yang bersisik, jauh dari kata bersih, dan terlihat menghitam terjemur mentari, pada setiap kendaraan yang lewat?
Ada lagi, penari-penari dadakan dengan dandanan yang over, berkaca mata hitam, layaknya penari sintren. Tapi mengapa mereka ada di jalan? aku yakin sebenarnya mereka inginkan panggung yang besar untuk pertunjukkan mereka, bukan lalu lalang kendaraan yang hampir melindas tubuh2 mereka.
lalu aku lihat diriku yang duduk manis dengan headset di telinga, acuh tak acuh pada mereka, dan menganggap mereka tak ada. Padahal diam-diam aku terus memikirkan bagaimana jika aku yang berada di perempatan itu? Bagaimana jika aku yang menari-nari tak jelas, dengan bibir yang disunggingkan untuk membuatku tegar.....
Semakin lama, aku merasa muak pada diriku sendiri....Karena aku yakin tak akan mampu menjalaninya.
Meskipun hidup bukan untuk diperbandingkan, tapi tetap saja seringkali aku merasa rumput tetangga terlihat lebih hijau. Sangat manusiawi, pemikiran ini. Dan dengan perbandingan ini, aku pun kembali merasa beruntung, telah dilahirkan sebagai aku. ternyata, motto be yourself even you are no body itu, terpakai di sini.
Seperti kata Baudelaire Bersaudara, "Kita akan selalu merasa beruntung, bahkan dalam ketidakberuntungan hidup kita". Bolehlah kita berkeluh kesah barang sejenak, tapi jangan sampai keluhan itu merusakkan otak kita, dan melumpuhkan saraf-saraf motivasi kita hingga tak bisa dijalin kembali. Mungkin apa yang kualami saat ini, hanya sebuah fase yang akan berakhhir suatu saat, semoga.....Coz, Fergie bilang, "big girls don't cry" ......Sebenarnya, masih banyak yang ingin aku sampaikan, waktuku tak cukup kali ini.....

No comments: