Bekerja,
menjadi salah satu cara manusia bertahan hidup di era modern. Melalui
pekerjaan, apa pun bentuknya, manusia mendapat penghargaan atas kerja kerasnya
dalam mengerjakan sesuatu. Melalui bekerja pula, manusia akan menjadi mahluk
yang berakal, karena senantiasa menggunakan anggota tubuh dan otaknya untuk
menciptakan, mengerjakan, dan mempermudah sesuatu.
Pekerjaan
manusia bermacam-macam, mulai daripekerjaan rumah tangga, pekerjaan kantor,
pekerjaan kasar, dan pekerjaan yang tujuannya hanya mengisi waktu luang.
Pekerjaan rumah tangga, semua hal yang dilakukan di lingkungan rumah, baik di
dalam rumah maupun di sekitarnya. Misalnya, mencuci, mengepel, memperbaiki
berbagai elemen rumah yang rusak, berkebun dan lain-lain. Meski identik degan
kegiatan para ibu, namun pekerjaan rumah tangga pun bisa dilakukan para bapak.
Misalnya memperbaiki keran air yang rusak,genteng bocor, mengecat, berkebun dan
lain-lain. hanya, biasanya pekerjaan rumah tangga dilakukan sebagai kewajiban
untuk memperindah rumah, artinya tidak mendapat reward berupa gaji.
Selanjutnya,
ada pekerjaan kantor. Ini bisa dilakukan semua orang dewasa yang mau dan
mendapat kesempatan bekerja dalam suatu organisasi di luar rumah. Ada yang
organisasinya besar (perusahaan besar) ada juga yang menengah dan kecil. ada
sektor swasta ada juga yang dilakukan di instansi pemerintahan. Selain
statusnya jelas (kontrak/pegawai tetap/pegawai negeri/dan lain-lain), orang
yang bekerja di kantor mendapat reward pasti, beruga gaji yang
dibayarkan setiap periode tertentu.
Ada
lagi pekerjaan kasar. Sebetulnya ini termasuk pekerjaan luar rumah yang juga
bisa dilakukan orang dewasa manapun. Namun pekerjaan kasar ini, konotasinya negatif.
Karena sifat pekerjaannya yang berat dan mengandung resiko tinggi, biasanya
hanya kaum lelaki yang bersedia melakukannya. Itupun jika ia sudah tidak
mendapat tempat untuk pekerjaan kantor. Misalnya buruh kuli panggul, tukang
sapu jalanan, buruh tambang dan lain-lain. Seperti pekerjaan kantor, pelaku pekerjaan
kasar pasti mendapat reward berupa gaji, meski soal besar kecilnya
tergantung pemberi gaji.
Terakhir,
ada pekerjaan yang hanya dilakukan untuk mengisi waktu luang. salah satunya
menulis di blog ini, dilakukan hnaya untuk mengisi waktu luang. beberapa
kegiatan yang dapat dikerjakan untuk mengisi waktu luang, seperti melukis,
merakit komputer, merangkai bunga, bahkan melkaukan pekerjaan rumah tangga pun
bisa dikategorikan ini jika tujuannya hanya untuk mengisi waktu luang. Tapi,
ada juga orang yang melakukan pekerjaan waktu luang ini dengan serius. Akhirnya,
pekerjaan di waktu luang pun bisa menghasilkan uang dan menjadi pekerjaan
kantoran yang menyenangkan.
Sifat
manusia sebagai mahluk sosial, pasti tak dapat melakukan semua pekerjaannya
sendirian. terutama untuk pekerjaan-pekerjaan kantoran yang berada dalam
organisasi besar atau kecil. persinggungan yang disengaja atau tidak,besar atau
kecil, vertikal atau horizontal, pasti terjadi setiap saat. Disinilah,
kemampuan sosialisasi, interaksi dan komunikasi yang baik menjadi salah satu
aspek yang harus dimiliki.Selain itu, meski secara teori dapat dipelajari di
bangku sekolah, tiga elemen ini akan berbeda penerapannya dalam kehidupan sehari-hari
bagi setiap orang. Tingkat kedewasaan dan kemampuan softskill menjadi
faktor pembedanya.
Meski
begitu, untuk menghindari berbagai macam gesekan dalam pekerjaan kantor, semua
orang baik itu yang berposisi tinggi maupun rendah, harus paham akan tanggung
jawab, kewenangan, serta tugasnya masing-masing. jangan sampai ada salah satu
pihak yang bersikap sewenang-wenang, arogan, tidak tahu diri, sehingga membuat
pihak lain merasa dirugikan. Dampaknya akan fatal bagi kelangsungan organisasi (Perusahaan).
Sebelum
itu terjadi, ada sebuah survei yang dilakukan di Inggris terkait penyebab
kemarahan yang terjadi di kantor. Hal ini bisa membuat siapa pun dalam posisi apa pun memahami dirinya
sendiri, berjaga-jaga serta berusaha sebaik mungkin agar tidak merugikan orang lain.
1.
Manajemen yang buruk. keahlian manajerial adalah poin utama dalam organisasi. Tanpa
ini, semua pekerjaan akan kacau, karena merugikan pekerja. Misalnya, instruksi
manajemen yang berubah-ubah, sehingga pekerja bingung dan mungkin akhirnya
malas untuk mengerjakan pekerjaannya.
2.
Ketidakadilan. Keadilan yang sesuai konteks sangat penting dalam sebuah
organisasi. Salah satunya, keadilan dalam hal beban pekerjaan atau pemberian reward.
Misalnya, ada pekerja yang dibebani pekerjaan lebih besar, tapi reward-nya
sama saja dengan orang yang beban kerjanya sedikit. Atau tak ada sanksi bagi
pekerja yang melanggar peraturan.
3.Kurangnya
penghargaan. Pekerja tidak mendapat reward yang pantas atas kinerja yang
baik.
4. Minimnya
kesempatan berkembang. Pekerja dijanjikan kenaikan gaji, promosi jabatan atau
proyek penting, namun tidak pernah terjadi.
5.Overload.
Pekerja tidak dapat mengikuti target dari atasan, karena target yang terlalu
tinggi.
6.
Masalah komputer. Misalnya: koneksi internet yang lambat, spesifikasi komputer
yang ketinggalan jaman dan tidak sesuai kebutuhan.
7.
Rekan kerja yang tidak jujur
8.
Anak buah yang kurang cakap
9.
Rekan kerja yang tidak sopan atau berperilaku kasar
10. Atasan
yang menyalahgunakan kekuasaan.
Demikianlah,
beberapa penyebab yang dapat membuat kemarahan di kantor, baik itu atasan
maupun pekerja. Alangkah baiknya bagi kita semua untuk selalu memahami posisi
masing-masing dan tidak merugikan pihak lain.

No comments:
Post a Comment