Thursday, 18 January 2018

Kerja Kerja Kerja......!!!!




Bekerja, menjadi salah satu cara manusia bertahan hidup di era modern. Melalui pekerjaan, apa pun bentuknya, manusia mendapat penghargaan atas kerja kerasnya dalam mengerjakan sesuatu. Melalui bekerja pula, manusia akan menjadi mahluk yang berakal, karena senantiasa menggunakan anggota tubuh dan otaknya untuk menciptakan, mengerjakan, dan mempermudah sesuatu. Pekerjaan manusia bermacam-macam, mulai dari pekerjaan rumah tangga, pekerjaan kantor, pekerjaan kasar, dan pekerjaan yang tujuannya hanya mengisi waktu luang. Pekerjaan rumah tangga, semua hal yang dilakukan di lingkungan rumah, baik di dalam rumah maupun di sekitarnya. Misalnya, mencuci, mengepel, memperbaiki berbagai elemen rumah yang rusak, berkebun dan lain-lain. Meski identik degan kegiatan para ibu, namun pekerjaan rumah tangga pun bisa dilakukan para bapak. Misalnya memperbaiki keran air yang rusak, genteng bocor, mengecat, berkebun dan lain-lain. hanya, biasanya pekerjaan rumah tangga dilakukan sebagai kewajiban untuk memperindah rumah, artinya tidak mendapat reward berupa gaji.
Selanjutnya, ada pekerjaan kantor. Ini bisa dilakukan semua orang dewasa yang mau dan mendapat kesempatan bekerja dalam suatu organisasi di luar rumah. Ada yang organisasinya besar (perusahaan besar) ada juga yang menengah dan kecil. ada sektor swasta ada juga yang dilakukan di instansi pemerintahan. Selain statusnya jelas (kontrak/pegawai tetap/pegawai negeri/dan lain-lain), orang yang
bekerja di kantor mendapat reward pasti, beruga gaji yang dibayarkan setiap periode tertentu.
Ada lagi pekerjaan kasar. Sebetulnya ini termasuk pekerjaan luar rumah yang juga bisa dilakukan orang dewasa manapun. Namun pekerjaan kasar ini, konotasinya negatif. Karena sifat pekerjaannya yang berat dan mengandung resiko tinggi, biasanya hanya kaum lelaki yang bersedia melakukannya. Itupun jika ia sudah tidak mendapat tempat untuk pekerjaan kantor. Misalnya buruh kuli panggul, tukang sapu jalanan, buruh tambang dan lain-lain. Seperti pekerjaan kantor, pelaku pekerjaan kasar pasti mendapat reward berupa gaji, meski soal besar kecilnya tergantung pemberi gaji. Terakhir, ada pekerjaan yang hanya dilakukan untuk mengisi waktu luang. salah satunya menulis di blog ini, dilakukan hnaya untuk mengisi waktu luang. Beberapa kegiatan yang dapat dikerjakan untuk mengisi waktu luang, seperti melukis, merakit komputer, merangkai bunga, bahkan melkaukan pekerjaan rumah tangga pun bisa dikategorikan ini jika tujuannya hanya untuk mengisi waktu luang. Tapi, ada juga orang yang melakukan pekerjaan waktu luang ini dengan serius. Akhirnya, pekerjaan di waktu luang pun bisa menghasilkan uang dan menjadi pekerjaan kantoran yang menyenangkan.Sifat manusia sebagai mahluk sosial, pasti tak dapat melakukan semua pekerjaannya sendirian. terutama untuk pekerjaan-pekerjaan kantoran yang berada dalam organisasi besar atau kecil. persinggungan yang disengaja atau tidak,besar atau kecil, vertikal atau horizontal, pasti terjadi setiap saat. Disinilah, kemampuan sosialisasi, interaksi dan komunikasi yang baik menjadi salah satu aspek yang harus dimiliki. Selain itu, meski secara teori dapat dipelajari di bangku sekolah, tiga elemen ini akan berbeda penerapannya dalam kehidupan sehari-hari bagi setiap orang.tingkat kedewasaan dan kemampuan softskill menjadi faktor pembedanya. Meski begitu, untuk menghindari berbagai macam gesekan dalam pekerjaan kantor, semua orang baik itu yang berposisi tinggi maupun rendah, harus paham akan tanggung jawab, kewenangan, serta tugasnya masing-masing. jangan sampai ada salah satu pihak yang bersikap sewenang-wenang, arogan, tidak tahu diri, sehingga membuat pihak lain merasa dirugikan. Dampaknya akan fatal bagi kelangsungan organisasi (Perusahaan). Sebelum itu terjadi, ada sebuat survey yang dilakukan di Inggris terkait penyebab kemarahan yang terjadi di kantor. Hal ini bisa membuat siapa pun  dalam posisi apa pun memahami dirinya sendiri, berjaga-jaga serta berusaha sebaik mungkin agar tidak merugikan orang lain.
1. Manajemen yang buruk. keahlian manajerial adalah poin utama dalam organisasi. tanpa ini, semua pekerjaan akan kacau, karena merugikan pekerja. Misalnya, instruksi manajemen yang berubah-ubah, sehingga pekerja bingung dan mungkin akhirnya malas untuk mengerjakan pekerjaannya.
2. Ketidakadilan. Keadilan yang sesuai konteks sangat penting dalam sebuah organisasi. salah satunya, keadilan dalam hal beban pekerjaan atau pemberian reward. Misalnya, ada pekerja yang dibebani pekerjaan lebih besar, tapi reward-nya sama saja dengan orang yang beban kerjanya sedikit. Atau tak ada sanksi bagi pekerja yang melanggar peraturan.
3. Kurangnya penghargaan. pekerja tidak mendapat reward atas kinerja yang baik.
4. minimnya kesempatan berkembang. Pekerja dijanjikan kenaikan gaji, promosi jabatan atau proyek penting, namun tidak pernah terjadi.
5.Overload. Pekerja tidak dapat mengikuti target dari atasan, karena target yang terlalu tinggi.
6. Masalah komputer. Misalnya: koneksi internet yang lambat, spesifikasi komputer yang ketinggalan jaman dan tidak sesuai kebutuhan.
7. Rekan kerja yang tidak jujur
8. Anak buah yang kurang cakap
9. Rekan kerja yang tidak sopan atau berperilaku kasar
10. Atasan yang menyalahgunakan kekuasaan.
Demikianlah, beberapa penyebab yang dapat membuat kemarahan di kantor, baik itu atasan maupun pekerja. Alangkah baiknya bagi kita semua untuk selalu memahami posisi masing-masing dan tidak merugikan pihak lain.

No comments: