Bekerja,
menjadi salah satu cara manusia bertahan hidup di era modern. Melalui
pekerjaan, apa pun bentuknya, manusia mendapat penghargaan atas kerja kerasnya
dalam mengerjakan sesuatu. Melalui bekerja pula, manusia akan menjadi mahluk
yang berakal, karena senantiasa menggunakan anggota tubuh dan otaknya untuk
menciptakan, mengerjakan, dan mempermudah sesuatu. Pekerjaan manusia bermacam-macam,
mulai dari pekerjaan rumah tangga, pekerjaan kantor, pekerjaan kasar, dan
pekerjaan yang tujuannya hanya mengisi waktu luang. Pekerjaan rumah tangga,
semua hal yang dilakukan di lingkungan rumah, baik di dalam rumah maupun di
sekitarnya. Misalnya, mencuci, mengepel, memperbaiki berbagai elemen rumah yang
rusak, berkebun dan lain-lain. Meski identik degan kegiatan para ibu, namun
pekerjaan rumah tangga pun bisa dilakukan para bapak. Misalnya memperbaiki keran
air yang rusak, genteng bocor, mengecat, berkebun dan lain-lain. hanya, biasanya
pekerjaan rumah tangga dilakukan sebagai kewajiban untuk memperindah rumah,
artinya tidak mendapat reward berupa gaji.
Selanjutnya,
ada pekerjaan kantor. Ini bisa dilakukan semua orang dewasa yang mau dan
mendapat kesempatan bekerja dalam suatu organisasi di luar rumah. Ada yang
organisasinya besar (perusahaan besar) ada juga yang menengah dan kecil. ada
sektor swasta ada juga yang dilakukan di instansi pemerintahan. Selain
statusnya jelas (kontrak/pegawai tetap/pegawai negeri/dan lain-lain), orang
yang
bekerja
di kantor mendapat reward pasti, beruga gaji yang dibayarkan setiap periode
tertentu.
1.
Manajemen yang buruk. keahlian manajerial adalah poin utama dalam organisasi.
tanpa ini, semua pekerjaan akan kacau, karena merugikan pekerja. Misalnya,
instruksi manajemen yang berubah-ubah, sehingga pekerja bingung dan mungkin
akhirnya malas untuk mengerjakan pekerjaannya.
2.
Ketidakadilan. Keadilan yang sesuai konteks sangat penting dalam sebuah
organisasi. salah satunya, keadilan dalam hal beban pekerjaan atau pemberian
reward. Misalnya, ada pekerja yang dibebani pekerjaan lebih besar, tapi
reward-nya sama saja dengan orang yang beban kerjanya sedikit. Atau tak ada
sanksi bagi pekerja yang melanggar peraturan.
3. Kurangnya
penghargaan. pekerja tidak mendapat reward atas kinerja yang baik.
4.
minimnya kesempatan berkembang. Pekerja dijanjikan kenaikan gaji, promosi
jabatan atau proyek penting, namun tidak pernah terjadi.
5.Overload.
Pekerja tidak dapat mengikuti target dari atasan, karena target yang terlalu
tinggi.
6.
Masalah komputer. Misalnya: koneksi internet yang lambat, spesifikasi komputer
yang ketinggalan jaman dan tidak sesuai kebutuhan.
7.
Rekan kerja yang tidak jujur
8.
Anak buah yang kurang cakap
9.
Rekan kerja yang tidak sopan atau berperilaku kasar
10. Atasan
yang menyalahgunakan kekuasaan.
Demikianlah,
beberapa penyebab yang dapat membuat kemarahan di kantor, baik itu atasan
maupun pekerja. Alangkah baiknya bagi kita semua untuk selalu memahami posisi
masing-masing dan tidak merugikan pihak lain.

No comments:
Post a Comment