![]() |
| all-free-download.com |
Tapi, saya merasa setelah mulai sibuk bekerja, kemudian menikah dan akhirnya punya satu anak, kebiasaan ini mulai saya tinggalkan. Terlebih, kemudian platform-platform social media digital mulai bermunculan. dai friendster yang saya gunakan saat kuliah, facebook yang sampai saat ini pun akunnya masih saya aktifkan dan hanya sesekali melihat feed di beranda atau membuat status pendek. Kemudian saya kenal instagram yang biasnaya untuk posting foto-foto yang dianggap bagus atau sekadar pamer saat-saat liburan bareng keluarga. Masih ada beberapa platform lain yang tidak saya pakai, karena sedikit gaptek, misalnya twitter.
oh iya, sejak bekerja saya coba-coba buat blog dari blogspot yang kadang diisi beberapa tulisan ngawur, meski tidak secara konsisten. :O
Sebenarnya, pekerjaan sehari-hari pun tak jauh dari kegiatan menulis, karena saya kerja sebagai konsultan media internal di beberapa institusi. Bahkan, sudah banyak sekali tulisan saya yang dijadikan majalah sejak tahun 2008 hingga 2019 ini. Sayangnya, kini menulis bagi saya tak lebih dari tuntutan untuk mendapatkan uang. Kadang, beberapa tulisan saya buat secara ogah-ogahan dan kurang semangat.
Inilah yang membuat saya heran. Minat baca pun kini mulai menurun, seiring dengan banyaknya persoalan hidup yang dilalui sejak berumah tangga. Padahal, saya masih memiliki passion untuk menulis apapun itu yang ingin saya tuliskan. Saya bingung, apakah otak saya yang sudah tumpul atau saya kurnag piknik?
wallahualam bissowab.....

No comments:
Post a Comment