“The role of
teacher is to create the conditions for invention rather than provide
ready-made knowledge” - Seymour Papert
Ungkapan ini
diungkapkan S. Papert dalam buku bertajuk “Mindstorm” yang menjadi awal
munculnya istilah computational thinking. Awalnya, ia memfokuskan pada dua
aspek komputasi. Pertama, bagaimana menggunakan komputasi untuk menciptakan
pengetahuan baru. Kedua, bagaimana menggunakan komputer untuk meningkatkan
pemikiran dan perubahan pola akses ke pengetahuan.
![]() |
| all-free-download |
Pemikiran S.
Papert ini sejalan dengan Psikolog Jean Piaget mempelopori teori belajar
sebagai konstruktivisme. Piaget menyebutkan, peserta didik membangun pengetahuan
baru dalam pikiran mereka dari interaksi pengalaman mereka dengan pengetahuan
sebelumnya. Papert mengembangkan teori konstruktivisme dengan menambahkan
gagasan bahwa pembelajaran ditingkatkan ketika pelajar terlibat dalam “membangun
produk yang bermakna”. Adapun Jeannete
M. Wing menyebutkan, pemikiran komputasi sebagai keterampilan dasar untuk
kemampuan analitis semua orang, sama dengan membaca, menulis dan berhitung.
Pemikiran ini disambut baik para ahli pedagogi terutama di tingkat dasar dan
menengah yag sangat bertanggung jawab dan berpengaruh dalam pengembangan
kecakapan dan karakter peserta didik.
Tahun 2012,
kurikulum nasional Inggris mulai memperkenalkan ilmu komputer atau computer
science pada siswa. Di Singapura, sebagai bagian dari inisiatif “Smart Nation”,
telah memberi label pengembangan CT sebagai “kemampuan nasional”. Bahkan,
beberapa negara seperti Finlandia, Korea Selatan, Cina, Australia hingga
Selandia Baru, telah meluncurkan upaya skala besar untuk memperkenalkan CT di
sekolah-sekolah, sebagai bagian dari kurikulum CS baru atau diintegrasikan ke
dalam mata pelajaran yang ada. Bahkan, Amerika Serikat meminta semua siswa
tingkat SD - SMA untuk dilengkapi dengan keterampilan CT sebagai bagian dari
inisiatif “Computer Science for All” pada tahun 2016.
Lalu, apa
itu sebenarnya pemikiran /berpikir komputasi? Singkatnya, dapat disebut sebagai
cara berpikir (atau memecahkan masalah) seperti seorang ilmuwan komputer. Jadi,
computational thinking adalah sebuah metode pemecahan masalah dengan
mengaplikasikan/melibatkan teknik yang digunakan oleh software engineer
dalam menulis program. Berpikir komputasi memiliki teknik pemecahan masalah
yang sangat luas wilayah penerapannya. Bukan hanya untuk menyelesaikan masalah
seputar ilmu komputer, namun juga dapat digunakan untuk menyelesaikan masalah
sehari-hari. Melalui teknik ini, para siswa akan belajar untuk berpikir secara
terstruktur, seperti para software engineer saat menganalisa kebutuhan
dan merencanakan pengembangan software.
Teknik
berpikir komputasi merupakan pendekatan penting yang yang harus dikuasai para
siswa untuk mmebantu dalam menstrukturisasi penyelesaian masalah yang rumit. Untuk
itu, dibutuhkan dua kecakapan utama, yakni complex problem solving dan
berpikir kritis. Penguasaan akan kecakapan ini, akan membuat para siswa lebih
siap dalam bertahan dan bersaing di masa mendatang, dimana akan banyak
hilangnya profesi yang ada dan berganti dengan profesi-profesi baru yang sesuai
perkembangan zaman.
Ada empat
metode berpikir komputasi dalam pemecahan masalah. Pertama, decomposition
artinya memecah masalah menjadi lebih kecil dan sampai pada pokok masalah,
hingga dapat diselesaikan satu persatu dan diidentifikasi perbagian sumber
permasalahan tersebut. Kedua, pattern recognition, mencari
pola-pola tertentu yang ada dalam sebuah masalah untuk dipecahkan dan dituntut
untuk mengetahui sendiri bagaimana pola tersebut.
Ketiga, abstraksi, yakni
menggeneralisasi dan mengidentifikasi prinsip-prinsip umum yang menghasilkan
pola, tren dan keteraturan, karena dengan
melihat karakteristik umum juga dapat dibuat model suatu penyelesaian. Terakhir,
algorithm, yakni mengembangkan petunjuk pemecahan masalah yang sama
secara step by step, sesuai tahapannya, sehingga orang lain dapat
menggunakan langkah /informasi tersebut untuk menyelesaikan permasalahan yang
sama.
Mengajarkan computational
thinking di sekolah
Bukan hal
mudah untuk menerapkan metode computational thinking di tingkat sekolah
dasar. Pasalnya, sistem pedagogi yang selama ini diterapkan di sekolah, masih
menggunakan metode lama. Namun, adaya pergeseran paradigma di masyarakat, membuat penerapan computational thinking menjadi hal yang perlu dilakukan. Keran informasi yang sangat cepat dan massif sebagai akibat dari pertumbuhan internet serta pergeseran budaya di generasi milenial, membuat adab-adab sedikit terdegradasi. Pengaruh westernisasi, liberalisasi dan sasi-sasi lainnya, membuat generasi muda mudah terpengaruh dan terlena. Misalnya, pengaruh gadget yang membuat anak-anak malas berpikir dan mengurangi minat membaca dan menulis.
Untuk itu, metode pendidikan pun harus diubah dan mulai menerapkan computational thinking.
Computational thinking diimplementasikan dengan memahami masalah, mengumpulkan semua data, kemudian mencari solusi sesuai dengan masalah. Pada computational thinking, ada proses dekomposisi dimana kita memecaka suatu masalah yang kompleks menjadi masalah-masalah yang kecil untuk diselesaikan. Pendekatan pembelajaran dalam computational thinking dapat dilakukan dengan pembelajaran berbasis proyek atau pembelajaran berbasis inkuiri (Inquiry Based Learning), dalam pelajaran sains.
Berpikir dalam computational thinking adalah berpikir dengan algoritma dimana kita berpikir dengan mengurutkan langkah-langkah dalam menyelesaikan masalah agar menjadi logis, berurutan, teratur dan mudah dipahami oleh orang lain.
Untuk itu, metode pendidikan pun harus diubah dan mulai menerapkan computational thinking.
Computational thinking diimplementasikan dengan memahami masalah, mengumpulkan semua data, kemudian mencari solusi sesuai dengan masalah. Pada computational thinking, ada proses dekomposisi dimana kita memecaka suatu masalah yang kompleks menjadi masalah-masalah yang kecil untuk diselesaikan. Pendekatan pembelajaran dalam computational thinking dapat dilakukan dengan pembelajaran berbasis proyek atau pembelajaran berbasis inkuiri (Inquiry Based Learning), dalam pelajaran sains.
Berpikir dalam computational thinking adalah berpikir dengan algoritma dimana kita berpikir dengan mengurutkan langkah-langkah dalam menyelesaikan masalah agar menjadi logis, berurutan, teratur dan mudah dipahami oleh orang lain.

No comments:
Post a Comment