| Dok.Pribadi |
Selamat tahun baru Hijriyah, 1 Muharram 1443 H. Ya, bertepatan dengan tanggal 10 Agustus 2021 ini, adalah Tahun baru Hijriyah 1 Muharram. Bagi umat Muslim, tahun baru Hijriyah sama istimewanya dengan tahun baru pada penanggalan masehi. Bahkan, bagi kalangan fanatik, seharusnya perayaan tahun baru Islam berlangsung lebih ramai dan meriah dari tahun baru Masehi yang penanggalannya berasal dari Bangsa Romawi.
Biasanya, Tahun baru Islam tidak diisi dengan acara tiup terompet atau pesta kembang api di tengah malam. Yaa, dilihat dari manfaatnya, lebih banyak mudhorot-nya ya kaan. Bunyi terompet yang memekakkan telinga dianggap berisik. Pesta kembang api, selain lebih berisik, juga mengandung bahaya, karena ada apinya. Tapiiii, perayaan tahun baru Islam pun biasanya diisi dengan hal-hal berbau api, Pawai Obor. Meski tetap yaa....harus dengan pengawasan orang tua.
Awalnya, pawai obor ini hanya berlaku di beberapa pelosok daerah yang memang ingin membudayakan kecintaan pada Islam di mata anak-anak dan remaja. Biasanya pawai obor pun tidak berlangsung hingga tengah malam, karena seringnya berlangsung selepas shalat Isya. Rutenya pun tidak jauh-jauh, hanya berkeliling kampung. Bisa dipastikan sebelum jam sebelas malam pun acara sudah usai, anak-anak sudah kembali ke rumahnya masing-masing.
Nah, budaya pawai obor ini kemudian merambah ke kota-kota besar. Meski agak sulit mencari bahan untuk membuat obor, karena pohon bambu yang sudah jarang di kota. Tapi, bicara antusias terutama anak-anak, jangan dikira.....Acara setahun sekali ini sangat disukai, karena mereka bisa mencoba memegang obor yang bisa menyala sepanjang perjalanan. Bahkan, orang-orang tua pun yang mendampingi anak-anaknya turut gembira saat mengikuti pawai obor. Capek? Lelah? Tak mengapa, toh hanya setahun sekali.
Sayangnya, sudah hampir dua tahun ini momen-momen yang mengundang keramaian dan kerumunan massa, tak dapat lagi diselenggarakan. Apalagi alasannya kalo bukan pandemi Covid-19 yang melanda hampir seluruh dunia. Termasuk, acara pawai obor yang biasanya berlangsung meriah. Peringatan tahun baru Islam, kini hanya dapat dinikmati dari ucapan-ucapan selamat tahun baru yang beredar di lini sosial media. Sedih? Tentu....Padahal keceriaan anak-anak dan antusiasme para orang tua adalah salah satu cara menghilangkan stres. Namun, jika berkerumun dan pawai obor hanya akan memunculkan klaster baru penyebaran wabah ini, lebih besar mudhorot-nya. Jadi, mau tak mau kita semua harus menahan diri.....Semoga pandemi cepat berlalu dan masyarakat dapat beraktivitas kembali.....
No comments:
Post a Comment