Kedengarannya tak adil. Tapi itulah CINTA, emang ga bisa dimengerti. Pernah mengalami ? Atau mungkin orang terdekat kita ada yang pernah mengalaminya ? Jangan anggap bodoh orang itu, karena ga nutup kemungkinan kita sendiri pun akan mengalaminya. Benar, ini kejadian dialami salah satu yaa.. bisa dibilang teman yang cukup akrab. Namun jangan beranggapan, saya sendiri “korbannya”. Karena sampai kapan pun aku tak akan mengalami yang namanya CINTA kilat (surat kalee kilat khusus…). Tahu apa sebabnya ? seumur hidup aku belum pernah mempercayai orang terdekat sekalipun, gimana mau CINTA kilat coba ? Ok, back to topic, temen aku itu, memang orang yang sedang limbung (kayak pingsan aja limbung) mencari partner hidupnya. Bukan apa-apa, seiring bertambahnya umur, tekanan untuk melangkah ke jenjang perkawinan makin kencang. Kalau difikir-fikir cukup bikin telinga merah dan otak jangar. Namun, dengan semangat menggebu-gebu ia pun selalu pasang strategi tiap bertemu calon yang dikira cocok. Bahkan saking gigihnya, ia tak peduli lagi ongkos demi menjalin komunikasi dengan si-Dia. Yah, namanya juga usaha.
Dalam waktu singkat ia pun sudah siap merancang rencana-rencana indah bersama si-Dia, meski hanya via telepon dan sms. Pokoknya, perkiraan sudah cukup akurat menuju kehidupan bahagia dan sentosa dalam biduk rumah tangga (ciee…edan ngomongnya!!). Namun, entah karena apa, ia pun semakin jarang lagi berkomunikasi dengan si-Dia di ujung telepon sana. Long distance, ga kuat akh, ujarnya sedih. Pelajaran cinta no satu, ukur dulu jarak si-dia dengan kamu biar ga nyalahin jarak kalo putus). Kasihan juga sich…. Tapi anehnya ucapan yang cukup miris hari kemarin, tiba-tiba hilang menguap, ketika pandangannya tertuju pada gadis manis yang baru saja dikenalnya. Matanya yang sendu hari kemarin, tiba-tiba kembali berbinar cerah….. (Pelajaran cinta no dua, patah hati ? kenalkan saja dengan orang baru dijamin sembuh total!!). Sebagai teman, kita sich seneng-seneng aja, biar ga sedih terus…
Gayung bersambut, teman yang sedang butuh hiburan, tampaknya nyambung banget dengan si gadis manis itu. Tapi sayang seribu sayang, si gadis manis lagi ga free (Free??? emangnya barang?) maksudnya ga jomblo… Hmmm… inilah yang disebut “cinta datang pada orang yang salah, di saat yang salah”, tuch khan, jadinya serba salah. Bukan mau-mau tapi malu, ini sich mau-mau tapi jadi benalu!!! Aduuh kalo aku sich bakal mikir seribu kali lagi. Tapiiiii, inikan CINTA boo, ga kenal yang namanya mikir. Orang bilang kalo CINTA kebanyakan mikir, bakal abis alias si-Dia keburu direbut orang.
Alhasil, dipilihlah CINTA kilat sebagai selingan mengisi kekosongan. Atau kalo banyak orang bilang cinlok (eit, ini bukan Cilok-aci dicolok) tapi CINTA lokasi. Dengan topeng “temen”, padahal kelakuan ga jauh beda sama pacar. Memang sich yang namannya TTM a.k.a Temen Tapi Mau (Mau jadian maksudnya…) bagi sebagian orang cukup menyedihkan. Sampai kapanpun cuma bakal dianggap teman, ga lebih!! Karena itu pantes aja kalo CINTA kilat ga butuh bahkan ga boleh banyak syarat ini itu, yang penting jalanin aja dulu. Tapi batin harus rela dianggap temen atau “ban serp”, coz itu aturan mainnya. Kalo mau protes ini itu, tanggung amat, jadiin pacar beneran aja sekalian!!!
Hhhah, aku sich ga mau terlalu nyalahin. Justru mereka adalah orang-orang yang butuh bantuan kita. Sebagai temen kamu mau mendukung tindakannya, atau justru menentangnya. Sebenarnya, efek CINTA kilat ntar juga bakalan dirasakan sendiri. Tinggal sikap kita sebagai orang lain pintar-pintar mengambil hikmah dari pengalaman teman-teman kita sendiri. Apakah kita mau ikut-ikutan atau bersikap serasional mungkin. Semuanya balik lagi ke diri masing-masing, apakah ia merasa kebahagiaan itu apa yang kita jalani saat ini saja ? Ataukah kebahagiaan yang lebih langgeng pada saatnya nanti ? Pikirkan kawan….
1 comment:
Edaannn.. cinta kilat tea atuh dahsyat. Jiga kacenteur petir.
Post a Comment