 |
| foto by. sxc |
Kembali serasa berada di ambang kehancuran.....
Kondisiku mulai
melemah lagi. mulai berkeluh kesah, feelin that i'm the most suffering
person in the world... beneran, penyakit yang menyerang kondisi kejiwaan
ini mulai merambat pada kondisi fisik....
Alhasil, mmhhhmm....berujung pada kemalasan yang terlalu akut.
Eeehhh...ga
sengaja, saat naik angkot ngeliat pengemis yang tengah berjibaku di
tengah teriknya matahari. Muncul pikiran di kepala ku, mengapa mereka
mau duduk berjam-jam di perempatan itu? Apakah mereka pernah merasa
jenuh dengan apa yang mereka lakukan? Dan yang paling membuatku mual
adalah, memikirkan, apakah mereka sering merasa malu mengasongkan
tangan-tangan mereka yang bersisik, jauh dari kata bersih, dan terlihat
menghitam terjemur mentari, pada setiap kendaraan yang lewat?
Ada
lagi, penari-penari dadakan dengan dandanan yang over, berkaca mata
hitam, layaknya penari sintren. Tapi mengapa mereka ada di jalan? aku
yakin sebenarnya mereka inginkan panggung yang besar untuk pertunjukkan
mereka, bukan lalu lalang kendaraan yang hampir melindas tubuh2 mereka.
lalu
aku lihat diriku yang duduk manis dengan headset di telinga, acuh tak
acuh pada mereka, dan menganggap mereka tak ada. Padahal diam-diam aku
terus memikirkan bagaimana jika aku yang berada di perempatan itu?
Bagaimana jika aku yang menari-nari tak jelas, dengan bibir yang
disunggingkan untuk membuatku tegar.....