Friday, 19 September 2014

Konjungtivis Vernalis



Jika melihat namanya, istilah ini cenderung dekat dengan istilah kesehatan. Betul sekali, ini adalah bahasa kerennya sakit mata yang ciri-cirinya dapat terlihat dari warna mata yang kemerahan dan sangat tidak nyaman bagi penderitanya. Seperti yang sedang saya alami tiga hari ini. Secara fisik, penyakit ini tidak banyak berpengaruh pada aktivitas saya baik di rumah maupun di tempat kerja. Pasalnya, seluruh tubuh saya masih dapat beraktivitas, berjalan, makan, dan menulis dan lain-lain. Namun, jika dilihat dari sisi kenyamanan, penyakit ini dapat membuat penderitanya malas beraktivitas. Mengapa? Siapa sih yang tak merasa risih beraktivitas terlebih di luar rumah dengan kondisi mata yang kemerahan, sering berair, bahkan selalu keluar kotoran (belek).
www.google.com

Rasa tak nyaman ini pun biasanya hadir, karena rasa gatal yang tidak terkira pada bagian mata. Bahkan, orang yang tidak sabar mungkin selalu ingin menggosok-gosokkan tangannya ke mata. Padahal itu bisa membuat penyakitnya bertambah parah. Solusinya, selain diobati dnegan tetes mata, biarkan saja kondisinya. Selain itu, jangan dibiasakan jorok, salah satunya dengan rajin mencuci tangan setelah menggunakan untuk mengobati mata yang sakit.
Konjungtivis vernalis sendiri dapat disebabkan beberapa hal. Bisa karena bakteri, virus, alergi, debu dan lain-lain. Dari beberapa penyebab ini, tentunya penanganannya berbeda-beda. Ada yang cukup dengan dikompres air hangat, diberi obat tetes mata, hingga obat resep dokter. Namun, khusus konjungtivis vernalis yang disebabkan oleh virus, sampai saat ini ternyata belum ada obatnya. Hal ini pun menjadi pertanyaan, mengingat tidak semua orang aam dapat mengetahui penyebab pasti akan penyakit mata yang menyerangnya. Bisa saja itu karena alergi, iritasi ringan karena debu atau bahkan karena bakteri maupun virus.
Untuk konjungtivis vernalis yang disebabkan alergi atau iritasi karena debu, biasanya tergolong penyakit kambuhan. Pada musim kering atau kemarau seperti saat ini dimana debu dengan mudah diterbangkan angin, akan memicu kambuhnya konjungtivis vernalis. Untuk itu, biasakan lindungi wajah terutama mata dari debu misalnya dengan menggunakan kacamata ketika sedang berkendara motor. Selain itu, bagi siapapun yang mengalami konjungtvis vernalis atau yang belum, usahkana untu tidak bersentuhan melalui tangan dari bekas orang yang membersihkan mata yang terinfeksi, karena sangat mudah menular. Bahkan, jika bisa tangan yang sudah dipakai untuk membersihkan mata yang terinfeksi harus segera dicuci hingga bersih.  
Tapi, pada intinya konjungtivis vernalis mempunyai ciri-ciri yang seragam, yaitu mata kemerahan, berarir terus, terasa perih dan gatal, menjadi sangat peka pada cahaya, hingga sering mengeluarkan kotoran padat maupun air mata berlebih. Masa eksposure hingga terkena penyakit konjungtivis vernalis sekitar tiga hari. Namun yang menyebalkan adalah masa suram dan rasa tak nyamannya bisa berlangsung satu hingga dua minggu. Bahkan ada kasus konjungtivis vernalis yang disebabkan virus dapat berlangsung berbulan-bulan hingga sembuh kembali.
Terlebih konjungtivitis vernalis yang disebabkan virus belum ada obatnya. Jadi harus bagaimana? Terpaksa dibiarkan saja hingga sembuh dengan sendirinya. Tapi tentunya tidak dibiarkan begitu saja, untuk mengurangi rasa tak nyaman maupun risih, anda dapat memberikan obat tetes mata ketika dibutuhkan dan mengompresnya dengan air hangat.
Satu hal terakhir, terkait penyakit konjungtivis vernalis adalah jangan menjadikannya sebagai alasan untuk mengeluh. Meski mata adalah salah satu indra penting dalam diri manusia yaitu sebagia indera penglihat, sehingga ketika ada sedikit saja hal yang mengganggu, akan sangat terasa dampaknya. Namun, konjungtivis vernalis bukanlah penyakit serius yang sangat berbahaya jika mendapat penanganan yang tepat. Yang penting, penderita bersikap sabar dan selalu menjaga kebersihan. Anggaplah konjungtivis vernalis sebagai salah satu cara Tuhan untuk menegur umat-Nya akan nikmat yang sering dilupakan. Dengan mata yang yang sakit, kita akan menghargai rasa sehat di mata dan mensyukuri mata yang sehat dan harus dipergunakan hanya untuk hal-hal yang positif.

No comments: