Jika melihat namanya, istilah ini cenderung
dekat dengan istilah kesehatan. Betul sekali, ini adalah bahasa kerennya sakit
mata yang ciri-cirinya dapat terlihat dari warna mata yang kemerahan dan sangat
tidak nyaman bagi penderitanya. Seperti yang sedang saya alami tiga hari ini. Secara
fisik, penyakit ini tidak banyak berpengaruh pada aktivitas saya baik di rumah
maupun di tempat kerja. Pasalnya, seluruh tubuh saya masih dapat beraktivitas,
berjalan, makan, dan menulis dan lain-lain. Namun, jika dilihat dari sisi
kenyamanan, penyakit ini dapat membuat penderitanya malas beraktivitas.
Mengapa? Siapa sih yang tak merasa risih beraktivitas terlebih di luar rumah
dengan kondisi mata yang kemerahan, sering berair, bahkan selalu keluar kotoran
(belek).
![]() |
| www.google.com |
Konjungtivis vernalis sendiri dapat disebabkan
beberapa hal. Bisa karena bakteri, virus, alergi, debu dan lain-lain. Dari
beberapa penyebab ini, tentunya penanganannya berbeda-beda. Ada yang cukup
dengan dikompres air hangat, diberi obat tetes mata, hingga obat resep dokter. Namun,
khusus konjungtivis vernalis yang disebabkan oleh virus, sampai saat ini
ternyata belum ada obatnya. Hal ini pun menjadi pertanyaan, mengingat tidak
semua orang aam dapat mengetahui penyebab pasti akan penyakit mata yang
menyerangnya. Bisa saja itu karena alergi, iritasi ringan karena debu atau
bahkan karena bakteri maupun virus.
Untuk konjungtivis vernalis yang disebabkan
alergi atau iritasi karena debu, biasanya tergolong penyakit kambuhan. Pada musim
kering atau kemarau seperti saat ini dimana debu dengan mudah diterbangkan
angin, akan memicu kambuhnya konjungtivis vernalis. Untuk itu, biasakan
lindungi wajah terutama mata dari debu misalnya dengan menggunakan kacamata
ketika sedang berkendara motor. Selain itu, bagi siapapun yang mengalami
konjungtvis vernalis atau yang belum, usahkana untu tidak bersentuhan melalui tangan
dari bekas orang yang membersihkan mata yang terinfeksi, karena sangat mudah
menular. Bahkan, jika bisa tangan yang sudah dipakai untuk membersihkan mata
yang terinfeksi harus segera dicuci hingga bersih.
Tapi, pada intinya konjungtivis vernalis mempunyai
ciri-ciri yang seragam, yaitu mata kemerahan, berarir terus, terasa perih dan
gatal, menjadi sangat peka pada cahaya, hingga sering mengeluarkan kotoran
padat maupun air mata berlebih. Masa eksposure hingga terkena penyakit
konjungtivis vernalis sekitar tiga hari. Namun yang menyebalkan adalah masa
suram dan rasa tak nyamannya bisa berlangsung satu hingga dua minggu. Bahkan
ada kasus konjungtivis vernalis yang disebabkan virus dapat berlangsung
berbulan-bulan hingga sembuh kembali.
Terlebih konjungtivitis vernalis yang
disebabkan virus belum ada obatnya. Jadi harus bagaimana? Terpaksa dibiarkan
saja hingga sembuh dengan sendirinya. Tapi tentunya tidak dibiarkan begitu
saja, untuk mengurangi rasa tak nyaman maupun risih, anda dapat memberikan obat
tetes mata ketika dibutuhkan dan mengompresnya dengan air hangat.
Satu hal terakhir, terkait penyakit
konjungtivis vernalis adalah jangan menjadikannya sebagai alasan untuk
mengeluh. Meski mata adalah salah satu indra penting dalam diri manusia yaitu
sebagia indera penglihat, sehingga ketika ada sedikit saja hal yang mengganggu,
akan sangat terasa dampaknya. Namun, konjungtivis vernalis bukanlah penyakit
serius yang sangat berbahaya jika mendapat penanganan yang tepat. Yang penting,
penderita bersikap sabar dan selalu menjaga kebersihan. Anggaplah konjungtivis
vernalis sebagai salah satu cara Tuhan untuk menegur umat-Nya akan nikmat yang
sering dilupakan. Dengan mata yang yang sakit, kita akan menghargai rasa sehat
di mata dan mensyukuri mata yang sehat dan harus dipergunakan hanya untuk
hal-hal yang positif.

No comments:
Post a Comment