Sunday, 29 September 2019

Sarkastic, Kreatif dan Menggelitik

demo mahasiswa (google.com)
Beberapa hari belakangan ini feed instagram, media online dan mainstream, hampir semuanya sibuk mewartakan demonstrasi mahasiswa di beberapa kota besar, yang pusatnya di Jakarta. Bahkan, di Bandung yang tak jauh dari rumah pun, kabarnya unjuk rasa mahasiswa berlangsung hingga malam dan berakhir ricuh dan anarkis.
Miris memang. Aksi yang diawali dari mosi tidak percaya yang dilemparkan bagi para anggota DPR ini, disertai dengan berbagai rumor yang masih simpang siur. Bahkan, tuntutan unjuk rasa pun kian melebar. Dari yang awalnya berupa ketidakpuasan terhadap revisi UU Komisi Pemberantasan Korupsi (RUU KPK), RUU KUHP, RUU Pemasyarakatan, RUU Agraria, dan beberapa produk DPR yang terkesan terburu-buru di akhir masa jabatan. Ada pula yang meneriakkan untuk menuntut Presiden Joko Widodo (Jokowi) mundur. (Padahal ia dilantik saja belum).

Wednesday, 18 September 2019

Kambuh

all-free-download.com

Usia kepala tiga masih dianggap usia produktif. Artinya, kalau kerja masih semangat, masih kuat begadang untuk lembur, nahan makan karena kerjaan banyak dan lain sebagainya. Tapi, tahukah anda, di usia kepala tiga, orang mulai dikurangi semua kenikmatan hidupnya. Memang belum terlihat dan yaa...belum banyak yang merasakan. Tapi, gaya hidup, pola makan, atau tingkat polusi yang tinggi, membuat banyak orang jadi semakin rentan penyakit. Walaupun baru berusia kepala tiga.

Wednesday, 11 September 2019

Death

sxc.hu

‘Cause the hardest part of this…is leaving you….’
Ujung reffrain “Cancer” milik My Chemical Romance ini sungguh menyayat hati. Bertutur tentang bagaimana rasanya berada di ujung kehidupan, terasa sangat menyakitkan bagi siapa pun. Kematian, entah apa pun sebabnya, akan menyisakan pilu bagi orang-orang terdekatnya.
Bahkan, Islam mengibaratkan kematian sebagai bentuk kiamat sugro bagi keluarga yang ditinggalkan. Apa pasal? Ya, kematian memutus semua hal yang bersifat keragawian bagi seseorang yang mengalaminya. Kematian memutus jiwa (ruhani) dengan raganya. Kematian memutus hubungan dengan orang-orang di sekitar. Kematian memutus berbagai nikmat yang pernah dirasakan serta amalan-amalan ibadah yang biasa dilakukan.