Thursday, 3 October 2019

Hujan Cepatlah Datang!!!

sxc.hu

Hampir setiap tahun bagi warga yang tinggal di perkotaan, selalu mengalami krisis air di musim kemarau. Bahkan, di kota Bandung yang terkenal asri sekalipun, selalu was-was jika sudah bulan-bulan Juli - Oktober. Panjangnya musim kemarau dalam beberapa tahun terakhir karena dampak El-Nino, membuat suhu lebih terasa panas, dan kekeringan terjadi hampir di seluruh negeri.

Dan....satu-satunya kekhawatiran yang saat ini banyak dirasakan warga perkotaan adalah kian berkurangnya pasokan air yang dialirkan Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) ke rumah-rumah warga. Pasalnya, pasokan air baku yang menjadi sumber PDAM, mengalami kekeringan secara cepat. Selama ini, PDAM Kota Bandung memiliki dua sumber air baku untuk dipakai warga Kota Bandung dan sekitarnya. Yakni, Situ Cileunca dan Situ Cipanunjang di wilayah Pangalengan Kabupaten Bandung. Dari dua sumber ini, air dialirkan ke bak-bak penampungan besar Badaksinga dan disebar ke bak-bak penampungan yang lebih kecil di sekitar Kota Bandung. Sayangnya, dua sumber air baku di Pangalengan, hingga pertengahan 2019 ini sudah hampir mengering dan terus mengalami penyusutan volume air secara cepat.
Musim hujan memang datang sangat sangat sangat terlambat tahun ini. Kita sudah tak bisa memperkirakan waktu yang tepat datangnya musim hujan atau kemarau seperti dulu. Cuaca pun akhir-akhir ini sudah semakin panas rasanya.
Kembali ke soal air tadi, entah mengapa jadi sangat merindukan hujan di saat seperti ini. Walaupun kadang repot, karena cucian susah kering, tapi hujan berarti air pun melimpah. Sungguh, hidup tak akan menyenangkan ketika kita sudah kehabisan air. KALUMAN.....orang Sunda bilang. KETERLALUAN......
Tapi, manusia hanya bisa berusaha dan berserah. Jika memang kondisinya sudah seperti ini, mau tak mau kita harus beradaptasi. Yang tadinya mandi bisa habis satu bak penuh, sekarang harus mulai dikurangi. belajar seminimalis mungkin untuk hasil yang sama. Toh, yang penting kita masih bisa mandi menggunakan air, mencuci baju dan keperluan yang melibatkan air lainnya. Disamping mulai membiasakan diri hidup hemat air, tentu kita tidak boleh putus berdoa semoga hujan segera turun. Apakah itu hujan alami atau hujan buatan. Yang penting tanah kering kerontang di kota ini dapat tersirami sebentar saja.
sebagai pelanggan PDAM, awalnya ingin sekali memaki perusahaan plat merah ini, karena merasa tidak pernah telat membayar. Tapi, melihat kondisinya saat ini, kesalahan bukan ada pada mereka semata. PDAM sudah berusaha membagi pasokan air yang ada untuk dialirkan ke masyarakat. tapi memang pasokan airnya yang sudah mulai berkurnag. Untuk itu, mari belajar bijak untuk menggunakan energi yang ada di sekitar kita, supaya terjaga dan dapat diwariskan hingga anak cucu kita. Aamiinnn.....

  

No comments: