![]() |
| id.wikihow.com |
Thursday, 27 February 2020
Jepun, I Love U !!!
Meski tak pernah berkunjung ke negara-negara di Asia Timur, saya punya ketertarikan dan kecintaan khususnya dengan negara Jepang. Meski sempat jadi penjajah di indonesia, namun Jepang sangat membekas di hati saya. Entah itu fisik orang-orangnya, adat budayanya hingga bahasanya yang lumayan sulit untuk dipelajari. Kesukaan pada hal-hal terkait Jepang, mulai saya rasakan sejak bangku SMA, saat saya keranjingan kartun anime Samurai X yang sangat fenomenal kala itu. bahkan, saya bela-belain beli buku saku kamus bahasa Jepang, meski tidak rajin saya baca, karena pusing duluan melihatnya.
Wednesday, 26 February 2020
Compassion & Computational Thinking (Part 1)
Menyitir salah satu portal berita online, Mendikbud Nadiem
Makarim mengharuskan siswa sekolah untuk memiliki dua skill diatas. Saya
yang awan dalam bidang pendidikan jadi penasaran dengan kedua istilah ini.
Apakah keterampilan lama dalam edukasi anak atau hal yang baru? Pasalnya saya
pun memiliki anak di usia sekolah, jadi tak ada salahnya memahami hal ini.
![]() |
| sxc.hu |
Monday, 17 February 2020
Mooi Bandung
Istilah ini saya temukan kala berselancar di dunia maya dan membaca beberapa referensi terkait sejarah kota kembang ini. Mooi berasal dari bahasa Belanda yang artinya cantik. Ya, Kota Bandung memang sangat cantik dan dari tahun ke tahun selau mempercantik diri lewat pembangunan infrastruktur-infrastruktur baru. Meski bukan tanah kelahiranku, namun Kota Bandung sudah jadi rumahku saat ini. Saat kecil, saya sering berlibur di kota ini dan bersilaturahmi dengan sanak saudara. Di kota ini pula aku mulai bekerja dan akhirnya berjodoh dengan orang Bandung. Sebelas tahun sudah tinggal disini, namun masih banyak hal menarik di kota ini yang belum saya tahu. Alhamdulillah, saat ini beragam informasi dapat dicari di internet dengan mudah.
![]() |
| https://banyuwangi-airport.co.id/userdata/news/ads59a59908b34fb.jpg |
Friday, 7 February 2020
Cerita Kuretase
Wanita mana yang tidak merasa sedih dan sakit ketika dinyatakan mengalami Blighted Ovum alias hamil kosong. Ini pula yang saya rasakan awal tahun 2020 kemarin. Rasa gembira karena kembali diberi kepercayaan oleh Yang Maha Kuasa untuk kembali mengandung buah hati yang kedua kalinya, seakan sirna ketika dokter menyatakan ada yang aneh dengan perkembangan kehamilanku di awal bulan kedua.
Memang, di awal trimester pertama begitu hasil testpack positif, dan kemudian dilakukan USG pertama kalinya, tak ada gejala-gejala kehamilan yang kurasakan. Morning sick yang di kehamilan pertama begitu intens dan hebat hingga mengganggu aktivitas sehari-hari, nyaris tak ada di kehamilan yang kedua ini. Hanya rasa mual yang terkadang muncul di sore hari, itu pun tidak kentara. Bahkan, energi untuk bekerja (maklum, ibu pekerja dengan kendaraan motor), tetap 'menyala'. Kadang, saya yang masih mengendarai motor sendiri, suka lupa diri kalau sedang hamil. Untung suami sering mengingatkan dan tak jarang mengantar jemput ketika bekerja ke kantor.
Memang, di awal trimester pertama begitu hasil testpack positif, dan kemudian dilakukan USG pertama kalinya, tak ada gejala-gejala kehamilan yang kurasakan. Morning sick yang di kehamilan pertama begitu intens dan hebat hingga mengganggu aktivitas sehari-hari, nyaris tak ada di kehamilan yang kedua ini. Hanya rasa mual yang terkadang muncul di sore hari, itu pun tidak kentara. Bahkan, energi untuk bekerja (maklum, ibu pekerja dengan kendaraan motor), tetap 'menyala'. Kadang, saya yang masih mengendarai motor sendiri, suka lupa diri kalau sedang hamil. Untung suami sering mengingatkan dan tak jarang mengantar jemput ketika bekerja ke kantor.
![]() |
| freepik.com |
Subscribe to:
Comments (Atom)



