Bagaimana rasanya saat tak ada uang, tiba-tiba ada yang mengajak berlibur? Rasanya mungkin siapa pun akan mengangguk setuju tanpa berpikir dua kali. Tapi, anehnya, saya malah merasa kesal, sedikit marah dan merasa orang tersebut tidak mengerti situasi. Tapi percuma juga untuk memberi tahu. Paling disebutnya, "Ga punya duit aja bangga, woro-woro". Atau, "Salah sendiri ga mau nabung!".
Yaa...setiap ornag punya masalah yang tak akan dipahami orang lain. Karakter orang Indonesia, kalau tidak mengasihani, paling juga nyinyir atau julid (judes lidah) dan menyalahkan. Wajar sih, karena simpati dan empati menjadi barang langka di sini. Seringnya, orang akan lebih merasa senang jika melihat orang lain susah atau sebaliknya.
OK, kembali pada ajakan liburan tadi disaat saya pegang uang, bagi saya sedikit menghina. Apalagi ini tanggal tua, dimana saya belum mendapat gaji. Tapi, ya itu dia, namanya orang tak sama. Atau, mungkin saja ia bermaksud baik dan sungguh-sungguh mengajak. Tapi tetap saja, saya merasa di-PHP-in. Kadang saya berpikkir dan ingin sekali berucap, silakan kalau mau pergi berlibur, tapi mohon tanyakan dulu bersedia atau tidak, apa alasannya, dan jangan koar-koar dululah. Kesannya kamseupay dech kalau kata orang gaul mah, alias kampungan...Mo liburan koq woro-woro, keliatan banget kan jarang liburan atau malah kayak yang ga pernah liburan ajah!....Sebel dech.
Kesalnya lagi, orang terdekat kita mbok yaa, dikasih pengertian itu sadar diri dengan kondisi yang sedang dihadapi. Eehhh....ini malah podo wae, pake bilang kasian anaklah kalo ga ikut.....Ga nyadar kondisi lagi sulit begini, belum lagi ancaman COVID-19 yang masih tinggi. Urgensi liburan ini snagat tidak masuk akal. Jika alasannya sudah stress sudah terlalu lama di rumah, helloooowwww....bukannya sebelumnya sudah pernah jalan-jalan menengok besan dan anak cucu menantu?
Aaahhh...tapi ya sudahlah, saya pusing kalau memikirkan hal yang tidak penting ini. kepala tambah mumet, tapi juga tak ada gunanya. saya mau memikirkan hal yang lebih penting untuk saya dan keluarga kecil saya saat ini. RUMAH TINGGAL.....Bagaimana caranya rumah yang sudah saya cicil susah payah, bisa segera ditempati dan layak dengan ketersediaan air yang layak pakai. Itu saja!!!!!

No comments:
Post a Comment