Wednesday, 22 September 2021

Ilusi di Masa Pandemi

Akhir-akhir ini, saya sering menemukan sejumlah orang yang membawa kertas dan pulpen di beberapa tempat yang tidak tepat. Saat naik angkot, terlihat beberapa kali supir angkot seperti sedang mengurutkan deretan angka. Di kesempatan lain, saya lihat penarik becak melakukan hal yang sama. Bahkan, saya pernah melihat tetangga yang (maaf) 'pengangguran', berdiskusi perihal urutan angka-angka yang terkesan acak.
Menghitung pengeluaran?! Bukan!! Nyatanya mereka sedang 'merumuskan' angka-angka yang diprediksi akan muncul dan sesuai dengan tebak-tebakan mereka. Ujung-ujungnya, tentu jika angkanya sama, akan mendapat uang. Ya, mereka sedang bertaruh dengan modal uang yang tak seberapa, demi menang lotere. Akhir Juni 2021 halaman depan Gedung Sate, Kota Bandung dikotori dengan ratusan kupon judi toto gelap alias togel berwarna-warni yang berserakan di Jalan Diponegoro yang kemudian viral, setelah diunggah akun @bandungterkini. Pada unggahannya, termuat kertas-kertas ini berisi pengumuman yang menyebutkan agar seluruh agen di Jabar untuk melakukan setoran pada sebuah rekening. Terdapat pula nama pelaksana judi togel tersebut, yakni Management Cobra beserta dua nomor yang dapat dihubungi. Bahkan, pengumuman itu disertai ajakan untuk segera mendaftar dan mengklaim jika aktivitas tersebut aman dan resmi dengan iming-iming "Omzet Jabar sehari 8 - 9 miliar". Tentu kondisi ini sangat miris, terlebih saat ini Indonesia dan sejumlah negara masih terdampak pandemi. Namun, situasi sulit ini ternyata malah menyuburkan bisnis-bisnis ilegal yang ujung-ujungnya hanya akan menguntungkan segelintir orang, tapi menyengsarakan rakyat. Ironisnya, masih banyak warga yang terbuai dengan imimng-iming palsu dari perjudian ini, di saat mereka sedang berkutat dengan masalah ekonomi sepanjang pandemi ini. Masyarakat memang sedang sulit saat ini. Terlebih, krisis akibat pandemi yang berlarut-larut dan segala aturan pemerintah yang terkesan mengekang, membuat mereka mencari pengharapan lain. Apalagi jika bukan cara-cara instan menambah pundi-pundi keuangan. Togel salah satunya. Togel sendiri, termasuk jenis perjudian yang paling mudah diikuti dan paling sulit diberantas. Tak butuh lokalisasi untuk jenis perjudian ini, terlebih saat ini semua sudah serba online. Judi pun online, dapat diakses dari mana pun meski penyelenggaranya berada di luar negeri. Judi semacam ini, ibarat jamur di musim hujan yang selalu muncul lagi dan lagi meski dibabat habis. Praktik perjudian sebenarnya sudah dilarang keras pemerintah Indonesia melalui Undang-Undang No. 7 Tahun 1974 tentang penertiban perjudian. Semua praktik perjudian di Indonesia dihapus, karena bertentangan dengan agama dan moral Pancasila. Tapi, pelarangan ini tidak membuat perjudian serta merta berhenti. Perjudian ilegal merebak di mana-mana. Pasalnya, sebelum aturan ini dibuat, Indonesia sempat melegalkan perjudian yang dananya diperuntukkan bagi dana sosial. Sebutlah, lotere buntut hingga Nalo (National Lotre) yang dilegalkan Gubernur ibukota saat itu, Ali Sadikin. Sasaran perjudian tak hanya di ibukota. Bahkan, masyarakat di pelosok seperti para petani, buruh dan lain-lain yang kecanduan bermain judi. Setelah pelarangan pun, praktik perjudian masih marak dengan berbagai kedok. Mulai dari Pekan Olahraga dan Ketangkasan (Porkas) hingga Sumbangan Dermawan Sosial Berhadiah (SDSB). Meski dikeluarkan pemerintah, intinya masih sama, bermain tebak-tebakan dari kegiatan olahraga dengan iming-iming undian berhadiah. Maraknya perjudian di masa lalu dan masa pandemi saat ini, memiliki benang merah yang sama, yakni himpitan ekonomi. Kondisi ekonomi di masa lalu yang akhirnya membuat pemerintah melegalkan perjudian, untuk membantu proses pembangunan ibukota salah satunya. Situasi ekonomi saat ini pun tak beda jauh. dampak pandemi yang menggerogoti ekonomi, PHK besar-besaran, banyak usaha yang gulung tikar, membuat masyarakat kebingungan dalam mencari sumber penghasilan. Pada saat inilah, bisnis-bisnis ilegal seperti perjudian, tampak menarik minat. Bermodal seadanya, banyak yang berharap menang undian berhadiah dalam jumlah fantastis. Sialnya, satu kali ikutan dan menang, akan membuat kecanduan. Biasanya, setelah satu kali tidak akan mau berhenti sebelum kembali menang. Hingga tanpa disadari, sudah tak ada lagi uang tersisa. Sementara kemenangan tidak pernah didapat.

No comments: