Wednesday, 9 July 2014

Mbok Nah Part I




Pagi itu udara terasa begitu dingin. Memang belum cukup waktu disebut pagi, lebih tepatnya dini hari. Ya, udara bulan Desember memang tidak begitu bersahabat kali ini. Dan waktu dini hari adalah saatnya untuk semakin merapatkan selimut tebal dan menggulung badan di peraduan. Namun bagi Mbok Nah, waktunya hampir habis. Ia beringsut dari do’a panjang yang ia panjatkan di sepertiga malam itu. Dikenakannya kerudung lusuh yang tergantung di dinding gedeknya, tak lupa ia sandang tas butut yang tergeletak di sudut dipannya. Dengan langkah gontai ia buka pintu depan rumahnya, brrrrr…..seketika angin malam yang menusuk kulit membuatnya merapatkan baju hangatnya yang tipis. Di punggungnya yang mulai renta, selusin cobek tanah liat dipanggulnya dalam bakul bambu yang diikat stagen layaknya jamu gendong.  
Lima belas menit perjalanannya terasa begitu panjang, hingga ia menemukan keramaian yang ditujunya. Pasar Glempang. Mata Mbok Nah nanar mencari tempat duduk. Tak lama ia temui tempat yang strategis untuk menjajakan cobek yang diambilnya dari Juragan Kardi tempo hari. Emper toko mas yang masih tutup, bersebelahan dengan penjual aneka macam sayuran. Walau kantuk menyerang, ia bertekad menjual habis cobek-cobek sebesar piring makan itu. Pikirannya melayang pada sosok pucat yang terbujur tak berdaya di gubuk reotnya. Mbah Karyo. Orang yang selalu ada disisinya setelah setengah abad ia mengarungi bahtera rumah tangga.

Pilpres yang Bikin Stres



Dimasa kampanye untuk pemilihan presiden 9 Juli 2014 mendatang, beragam cara dilakukan tim sukses masing-masing kubu untuk memenangkan calon yang mereka usung. Selain menonjolkan visi dan misi yang sudah disampaikan masing-masing calon, cara-cara tak rasional pun sering ditempuh untuk mendongkrak elektabilitasnya. Terlebih jika hasil polling yang dilakukan berbagai media survei menunjukkan adanya penurunan kemungkinan perolehan dukungan suara dari masyarakat.
Tak jarang, cara-cara tak sehat ini malah lebih mudah dilakukan untuk mempengaruhi para pemilih yang masih belum menentukan pilihannya. Bahkan, kini masyarakat seolah sudah terbiasa dengan yang disebut kampanye hitam (black campaign) dan kampanye negatif. Berita-berita yang belum tentu benar dihembuskan masing-masing tim sukses calon presiden tentang calon presiden lawan.

Friday, 25 April 2014

Wednesday, 23 April 2014

Auditor Tak Wajib Deteksi Manipulasi



Temans, saya mau share salah satu tulisan karya saya di majalah internal Telkom University "Cyber" edisi November tahun 2013 
 
Foto by.SXC
Banyak orang bilang, uang selalu mempunyai dua sisi, sisi positif dan negatif. Di satu sisi, uang dapat memberikan banyak  hal. Tapi disisi lain, uang dapat membawa bencana jika jatuh ke tangan yang salah. Pengelolaan uang memang gampang-gampang susah, terlebih jika jumlahnya sudah jutaan atau milyaran. Pencatatan keuangan dalam laporan keuangan pun, bukan jalan satu-satunya untuk mengelola uang. Tapi, laporan keuangan tersebut perlu diperiksa kembali untuk mencari tahu ada atau tidaknya manipulasi pencatatan keuangan.
Pemeriksaan laporan keuangan sudah lumrah dilakukan di sejumlah lembaga yang mempunyai aliran dana cukup besar dan transaksi yang rutin. Baik itu perusahaan maupun lembaga pemerintahan, semuanya harus memiliki laporan keuangan yang jelas. Pemeriksaan keuangan dilakukan oleh Akuntan publik yang memang memiliki kapabilitas dalam memeriksa dan meneliti laporan keuangan. Seharusnya, tak akan ada lagi kecurangan karena laporan keuangan sudah diperiksa oleh ahlinya. Tapi, mengapa kecurangan laporan keuangan masih sering terjadi, bahkan dapat membuat sebuah perusahaan bangkrut atau berakhir di meja hijau bagi lembaga pemerintah?

belajar Ngeblog (lagi)

Waduh,
Sudah lama yaa ga masuk sini....maklum, kerjaan ga kelar-kelar. Walaupun tetep duduk depan komputer dan menulis, tapi tulisan yang harus selesai ga berhenti. adaaaa aja tiap harinya. Itu pas masih ngerjain majalah internal. Gimana ga repot coba, setiap saya menggarap dua majalah yang terbit tidak berjauhan. Satu majalah bulanan, satu lagi majalah dua bulanan. Yang repot kalo pas dua2nya terbit barengan, pusing deh!
Oiya, saya lupa ngasih tahu,
Saya udah merrit.....bahkan punya anak. Merit tahun 2011, anak pertama saya lahir tahun 2012. Yaa...skrg lagi lucu-lucunya...tapi kadang-kadang suka bikin kesel juga, kalo lagi minta diperhatiin. Soalnya emaknya kerja terus siiih... Maklum, kejar setoran, mumpung masih muda kaleee....masih ada tenaga dan otak.
Temans, mungkin belajar nge-blog nya dicukupkan dulu segini yaa....
Ide sebenarnya banyak banget, tuh ampe mau luber di kepala. Tapi waktunya kadang ga sinkron. Apalagi kalo lagi diburu deadline....gempor saya nulis mulu. Tapi, insya allah sih, ke depan saya ingin banyak cerita di blog. Ga muluk-muluk, seputar persoalan sehari-hari aja yang ringan-ringan.... Mulai dari masalah kerjaan, baby, rumah tangga (kebetulan saya udah pengalaman semua nih,hehehe...), fenomena-fenomena yang lagi banyak dibicarakan, dan lain-lain......
Ingatkan saya terus yaa, supaya ga bolos-bolos nge-blog nya.....