Monday, 29 January 2018

Kawagami Gensai vs Kenshin Himura Antara Realita dan Tokoh Fiktif Sejarah Jepang



Jepang.... mendengar kata ini, pikiran kita pasti akan terbayang, keteraturan, negara maju, mata sipit, hingga kebudayaan yang masih lestari. Yaa, Jepang memang memiliki daya tarik yang khas dari Asia Timur dan sudah membuat siapa pun menyukainya, termasuk saya. Sejak kecil, saya sudah terobsesi dengan Negeri Matahari terbit ini. Meski dulu sempat menjadi penjajah yang cukup kejam dengan Romusha-nya, saya tetap menyukai hal-hal yang berbau Jepang. Mulai dari kimono, harajuku style, doraemon, budaya antri dan tepat waktunya, hingga film-filmnya. Sebut saja, serial masa kecil yang dulu tayang di TVRI bertajuk “Oshin” yang sering membuat air mata mengalir, saking sedihnya. Serial kartun doraemon yang sudah ditonton lintas generasi, hingga serial anime Samurai X yang saya tonton waktu SMA.
Sayangnya sampai usia 33 tahun ini, saya belum pernah sekalipun menginjakkan kaki di Negeri sakura (maklum, belum punya rejeki, LOL). Tapi, it’s OK, hari gini mah mau tahu tentang Jepang semua sudah tersaji lewat Mbah Google. Tinggal ketik kata kuncinya, muncul dech....
google.com
wikipedia.com
Terus terang, ketertarikan saya pada Jepang kian membesar ketika saya menonton serial anime Samurai X. Ga seperti kartun Doraemon yang menyajikan kisah fiksi dari masa depan, Samurai X justru menampilkan kisah Jepang yang diambil dari potongan-potongan sejarah negeri itu. Tidak semuanya memang, tapi beberapa tokoh dan kejadiannya ada yang memang terjadi di jepang pada masa lalu. Di serial ini, saya seperti dibawa pada Jepang di masa lalu yang masih banyak kekacauan akibat pergantian Era Shogun Tokugawa menuju Era Meiji pada saat restorasi. Dasar saya memang history freaky, jadinya saya gatal dan langsung cari-cari tahu tentang sejarah Jepang.

Thursday, 18 January 2018

Kerja Kerja Kerja......!!!!




Bekerja, menjadi salah satu cara manusia bertahan hidup di era modern. Melalui pekerjaan, apa pun bentuknya, manusia mendapat penghargaan atas kerja kerasnya dalam mengerjakan sesuatu. Melalui bekerja pula, manusia akan menjadi mahluk yang berakal, karena senantiasa menggunakan anggota tubuh dan otaknya untuk menciptakan, mengerjakan, dan mempermudah sesuatu. Pekerjaan manusia bermacam-macam, mulai dari pekerjaan rumah tangga, pekerjaan kantor, pekerjaan kasar, dan pekerjaan yang tujuannya hanya mengisi waktu luang. Pekerjaan rumah tangga, semua hal yang dilakukan di lingkungan rumah, baik di dalam rumah maupun di sekitarnya. Misalnya, mencuci, mengepel, memperbaiki berbagai elemen rumah yang rusak, berkebun dan lain-lain. Meski identik degan kegiatan para ibu, namun pekerjaan rumah tangga pun bisa dilakukan para bapak. Misalnya memperbaiki keran air yang rusak, genteng bocor, mengecat, berkebun dan lain-lain. hanya, biasanya pekerjaan rumah tangga dilakukan sebagai kewajiban untuk memperindah rumah, artinya tidak mendapat reward berupa gaji.
Selanjutnya, ada pekerjaan kantor. Ini bisa dilakukan semua orang dewasa yang mau dan mendapat kesempatan bekerja dalam suatu organisasi di luar rumah. Ada yang organisasinya besar (perusahaan besar) ada juga yang menengah dan kecil. ada sektor swasta ada juga yang dilakukan di instansi pemerintahan. Selain statusnya jelas (kontrak/pegawai tetap/pegawai negeri/dan lain-lain), orang yang
bekerja di kantor mendapat reward pasti, beruga gaji yang dibayarkan setiap periode tertentu.

Tuesday, 7 November 2017

Rafting Cikandang, Edaaaaannn......




Jarum jam bergerak terasa sangat lambat, hawa dingin pun masih terasa menyeruak menusuk tulang. Maklum, ini jam satu dinihari. Terlebih lokasi tempat saya menunggu, sangat jauh dari kata nyaman. Bagaimana tidak, selagi menunggu rekan-rekan lain berkumpul di titik temu, saya terpaksa tidur hanya beralas selembar karpet tipis dan berselimut jas hujan pinjaman. Belum lagi serangan nyamuk-nyamuk ganas, hingga sulit memejamkan mata ini.  Beruntung, di lokasi titik temu yang merupakan sanggar kelompok pencinta alam ini, masih ada benda yang cukup mewah, televisi. Untuk menghilangkan kesunyian, saya pun ditemani suara televisi yang sengaja distel keras-keras. Sementara rekan saya terdengar mendengkur di pojok ruangan.  

Menjelang pukul dua dini hari, kawan-kawan pun berdatangan satu-persatu. Alhamdulilah, meski tidak lelap saya bisa istirahat sejenak sebelum memulai perjalanan panjang di pagi buta. Setelah jumlah kawanan yang berjumlah dua belas orang ini lengkap, kami pun mulai bersiap-siap. Mengecek kesiapan peralatan dan perlengkapan yang harus dibawa masing-masing, dan menitipkan kendaraan masing-masing di sanggar yang terletak di daerah Ciwastra, daerah Bandung Selatan itu. Sementara kami menunggu mobil carteran menjemput, kami ngobrol-ngobrol dengan sesama anggota lain. Maklum, beberapa diantara kami belum saling kenal, karena berasal dari latar belakang pekerjaan dan tempat tinggal yang berbeda-beda. Hanya satu kesamaan kami, sama-sama menyukai kegiatan-kegiatan luar ruangan (outdoor) yang menantang adrenalin, salah satunya arung jeram (rafting).   

doc.private

Kendalikan Amarah, Kerja Lebih Terarah



Bekerja, menjadi salah satu cara manusia bertahan hidup di era modern. Melalui pekerjaan, apa pun bentuknya, manusia mendapat penghargaan atas kerja kerasnya dalam mengerjakan sesuatu. Melalui bekerja pula, manusia akan menjadi mahluk yang berakal, karena senantiasa menggunakan anggota tubuh dan otaknya untuk menciptakan, mengerjakan, dan mempermudah sesuatu.

Pekerjaan manusia bermacam-macam, mulai daripekerjaan rumah tangga, pekerjaan kantor, pekerjaan kasar, dan pekerjaan yang tujuannya hanya mengisi waktu luang. Pekerjaan rumah tangga, semua hal yang dilakukan di lingkungan rumah, baik di dalam rumah maupun di sekitarnya. Misalnya, mencuci, mengepel, memperbaiki berbagai elemen rumah yang rusak, berkebun dan lain-lain. Meski identik degan kegiatan para ibu, namun pekerjaan rumah tangga pun bisa dilakukan para bapak. Misalnya memperbaiki keran air yang rusak,genteng bocor, mengecat, berkebun dan lain-lain. hanya, biasanya pekerjaan rumah tangga dilakukan sebagai kewajiban untuk memperindah rumah, artinya tidak mendapat reward berupa gaji.

Tuesday, 7 March 2017

10 wasiat Rasulullah untuk Fathimah binti Rasulillah



Ukhti, sebaik-baik perhiasan dunia adalah wanita sholehah. Dan "perkara yang pertama kali ditanyakan kepada seorang wanita pada hari kiamat nanti, adalah mengenai sholat lima waktu dan ketaatannya terhadap suami." (HR.Ibnu Hibban dari Abu Hurairah)
Ukhti, Ada 10 wasiat Rasulullah kepada putrinya Fathimah binti Rasulillah. Sepuluh wasiat yang beliau sampaikan merupakan mutiara yang termahal nilainya bila kemudian dimiliki oleh setiap istri sholehah. Wasiat tsb adalah: