Thursday, 16 September 2021

Euforia PTMT Emak-emak

Rencana pemerintah kembali membuka sekolah-sekolah dan kampus (mungkin), bagi pelajar di masa pandemi Covid-19 ini sudah bukan wacana lagi. Sejumlah daerah kabupaten/kota yang berstatus dalam pemberlakuan pembatasan kegiatan Masyarakat (PPKM) di level 2 bahkan sudah mulai menjalankannya. Iri....??? Tentulah buat ibu-ibu yang setiap pagi harus berkutat dengan tugas dan drama belajar anak-anak di rumah,ingin sekali anak-anak disegerakan berangkat ke sekolah kembali.
Pembukaan sekolah untuk kembali memulai Pertemuan Tatap Muka (PTM) meski masih terbatas, sudah dirasa mendesak menurut Mas Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud), Nadiem Makarim. Bayangkan, setahun lebih, para siswa berkutat dalam pembelajaran secara daring (dalam jaringan) dengan berbagai masalahnya. Mulai dari kondisi dan situasi pembelajaran di rumah yang kurnag kondusif, ketersediaan jaringan internet yang memadai, hingga dampak psikologis anak dan orang tua yang sudah banyak menunjukkan tingkat stres yang tinggi. Salah satu akibat fatal dari pembelajaran daring yang dilakukan terus-menerus saat ini adalah learning loss yang akan dialami para peserta didik. Pasalnya, selama pembelajaran daring, siswa banyak terdistorsi dengan berbagai macam gangguan belajar yang membuat kompetensinya akan mengalami penurunan, jika dibandingkan dengan belajar di sekolah. Tentu berbeda kala anak belajar sambil mendengarkan guru di ruang kelas, dengan ketika diajari orang tua yang tidak memiliki kompetensi mengajar, serta ada banyak gangguan lainnya. "Peserta didik harus diselamatkan dari pembelajaran yang kurang efektif, harus diselamatkan psikologinya, melalui pembelajaran tatap muka terbatas dengan tetap memprioritaskan keselamatan dan kesehatan seluruh warga sekolah," ujat Direktur Jenderal PAUD, Pendidikan Dasar dan Pendidikan Menengah, Kemendikbudristek, Jumeri S.T.P., M.Si dalam Webinar 'Kebijakan PTM Terbatas Menyambut Tahun Ajaran Baru 2021/2022, 1 Juli 2021 silam. Alhasil, Juli 2021 pemerintah pusat melalui Kemendikbud mengeluarkan edaran untuk melaksanakan PTMT bagi sejumlah daerah yang sudah berstatus zona hijau dan kuning Covid-19. Implementasinya pun tidak gampang, karena banyak sekali persyaratan yang perlu dipenuhi pihak sekolah sebelum dapat menggelar PTMT. Tercatat, ada sejumlah persyaratan yang wajib diperhatikan siswa, guru, dan orang tua ketika akan menerapkan PTMT 2021 ini. 1. Kondisi kelas dalam satuan pendidikan SMA. SMK, MA, MAK, SMP, MTs, SD, Mi dan program kesetaraan lain, harus memperhatikan jaga jarak minimal 1,5 meter dengan maksimal jumlah peserta didik sebanyak 18 orang per kelas atau sekitar 50%. 2. Untuk SDLB, MILB, SMPLB, SMALB dan MALB, juga harus memperhatikan jaga jarak minimal 1,5 meter dan maksimal hanya lima peserta didik per kelas. 3. Untuk PAUD, harus memperhatikan jaga jarak minimal 1,5 meter dan maksimal lima peserta didik per kelas, sekitar maksimal 33%. 4. Jumlah hari dan jam pembelajaran pada PTMT serta pembagian rombongan belajar (shift) yang dapat ditentukan oleh satuan pendidikan dengan tetap mengutamakan kesehatan dan keselamatan warga satuan pendidikan. 5. Guru dan murid wajib menggunakan masker kain tiga lapis atau masker sekali pakai/ masker bedah yang menutupi hidung dan mulut sampai dagu, cuci tangan pakai sabun dengan air yang mengalir atau cairan pembersih tangan (hand sanitizer), menjaga jarak minimal 1,5 meter dan tidak melakukan kontak fisik seperti bersalaman dan cium tangan, serta menerapkan etika ketika batuk/bersin. 6. Baik guru dan murid, harus dalam kondisi sehat saat menjalankan PTMT. Jika mengidap penyakit penyerta (komorbid0, juga harus dalam kondisi terkontrol. 7.Kegiatan yang berpotensi menjadi kerumunan, tidak diperbolehkan terjadi di satuan pendidikan. Misalnya, jajan di kantin, kegiatan olahraga dan ekstrakurikuler, orang tua menunggu peserta didik, istirahat di luar kelas, pertemuan ornag tua - peserta didik, pengenalan lingkungan satuan pendidikan dan sebagainya. Jadi, dianjurkan peserta didik membawa bekal dari rumah seperti air minum. 8.Peserta didik harus membawa semua perlengkapan sekolah masing-masing serta alat penunjang kebersihan, seperti menggunakan masker berlapis, faceshield, tissu basah, hand sanitiser, serta tidak boleh saling meminjam perlengkapan sekolah dengan yang lainnya. Meski PTMT ini sudah mulai berjalan, namun karena kapasitasnya hanya 25-50%, maka pihak sekolah masih harus mengakomodasi siswa dan siswi yang masih belajar secara daring. Atau bagi ornag tua yang masih keberatan anak-anaknya mengikuti PTMT dengan alasan keselamatan dan kesehatan. Jadi, agaknya pada emak harus tetap menahan diri, meski PTMT sudah berjalan. Euforia karena sekolah kembali dibuka, tetap harus dipandang dengan sikap kehati-hatian, agar kasus positif Covid-19 tidak kembali meningkat. banyak orang tua siswa yang sangat antusias dengan mulai berburu seragam baru dan perlengkapan sekolah lainnya, menyambut PTMT 2021. Maklum, hampir dua tahun seragam sekolah anak-anak sudah banyak yang tidak muat. Namun, agaknya PTMT untuk awal pembelajaran saat ini akan diutamakan bagi siswa kelas 4 - 6. menurut informasi Dinas Pendidikan, uji coba PTMT akan dilanjutkan di bulan berikutnya bagi siswa kelas 1 - 3 jika dalam satu bulan pertama (siswa kelas 4 -6) tidak ada kendala yang berarti dan tentunya yang utama tidak ada penambahan kasus positif Covid-19. Semoga......

Wednesday, 1 September 2021

Cerita Vaksinasi Covid-19

Mungkin agak telat yaa...kalo bicara vaksinasi Covid-19, saat ini. Tapi, saya memang kebagian vaksinasi terbilang telat, ketika yang lain sudah dua kali suntik bahkan mau yang ketiga kalinya (booster). Saya baru mendapat vaksinasi Jumat, 27 Agustus 2021 kemarin. Tak apa-apa, lebih baik terlambat dari pada tidak sama sekali khan..?
Nah, bicara vaksinasi ini, saya termasuk orang yang sedikit termakan hoax, akibat banyak membaca berita-berita terkait fek vaksinasi. Belum lagi cerita-cerita di sosial emdia atau obrolan dari mulut ke mulut. Alhasil, saya perlu memantapkan hati untuk OK...saya mau divaksin!! Saya anggap vaksinasi adalah proses ihtiar terakhir dalam usaha menghindari Covid-19 yang sempat menggila pada Juli - Agustus kemarin, karena varian Delta. Vaksinasi ini memang menjadi program pemerintah dalam upaya mendapatkan herd immunity atau kekebalan kelompok dalam mengatasi penyebaran Covid-19. Artinya, ketika sebagian besar populasi kebal terhadap penyakit menular tertentu, sehingga memberikan perlindungan tidak langsung atau kekebalan kelompok bagi mereka yang tidak kebal terhadap penyakit menular tersebut. Yaa....intinya, vaksinasi akan memperkecil kemungkinan penyebaran virus, karena jika orang yang sudah divaksin, seandainya terkena Covid-19 (amit amit....), tidak akan merasakan gejala yang parah. Ada beebrapa pilihan jenis vaksin yang diberikan pemerintah dalam program vaksinasi Covid-19. Mulai dari Sinovac, Sinofarm, Pfizer, Moderna, Astrazeneca dan lain-lain. Kebetulan saya dapatnya vaksin Sinovac yang kadar efektivitasnya cukup rendah yakni sekitra 56%. tapi tak mengapa, toh tetap dapat dijadikan pertahanan diri terhadap virus ini. Pertama kali mendaftar vaksinasi dan mendapat jadwal vaksin pertama kali, tentu ada rasa gugup dan deg-degan. maklumlah, tubuh kita yang sedang sehat dimasukkan virus yang sudah dilemahkan, bisa jadi efeknya beragam. Ini pula yang menjadi salah satu ketakutan saya. Takut efek yang dirasakan setelah vaksinasi dilakukan. Tapi, alhamdulillah ternyata apa yang saya dan mungkin peserta vaksin pertama kali lainnya duga, tidak terjadi. Saya termasuk penerima vaksin yang tidak merasakan gejala apa pun pasca vaksinasi. Hanya sedikit merasa lapar dan kebas di area suntik di tangan kiri. Namun, ada beberapa cerita yang mengalami efek beragam, mulai dari mengantuk, lemas, kebas di tangan, dan demam. Hal ini bisa saja terjadi, tergantung pada kondisi tubuh saat menerima vaksin. Anak kecil saja saat diimunisasi ada yang kemudian demam. Namun, seiring waktu hal ini akan menghilang. Pemberian vaksin Covid-19 dilakukan rata-rata dua kali, bahkan ada yang tiga kali (umumnya untuk para nakes). Meski begitu, ketersediaan vaksin juga turut mempengaruhi laju ekcepatan untuk mencapai herd immunity. Pasalnya, untuk wilayah jabar saja yang memiliki penduduk lebih dari 50 juta, stok vaksin dari pemerintah pusat baru sekitar 13 juta vaksin. Hal ini tentu sangat berpengaruh terhadap capaian vaksinasi yang sudah dilakukan. Selain itu, proses sosialisasi informasi sentra-sentra vaksin serta edukasi bagi masyarakat yang antivaks, perlu dijalankan terus-menerus. Tujuannya, supaya masyarakat mau mengikuti program pemerintah dan mau divaksinasi. Salah satunya, dengan mengurangi berita-berita hoax yang emmbuat masyarakat takut atau tidak mau divaksin. Pada pelaksanaan vaksinasi yang saya lakukan di tahap pertama, alhamdulillah, berjalan lancar dan tidak terjadi penumpukan peserta yang menyebabkan kerumunan. panitia cukup solid dan tanggap dalam mengakomodasi seluruh peserta vaksin dan mengatur proses vaksinasi dari awal kedatangan hingga selesai. Bahkan, untuk mengapresiasi masyarakat yang sudah bersedia divaksin, sentra-sentra vaksin memberikan bingkisan bagi para peserta vaksin.

Monday, 9 August 2021

Pawai Obor

Dok.Pribadi

Selamat tahun baru Hijriyah, 1 Muharram 1443 H. Ya, bertepatan dengan tanggal 10 Agustus 2021 ini, adalah Tahun baru Hijriyah 1 Muharram. Bagi umat Muslim, tahun baru Hijriyah sama istimewanya dengan tahun baru pada penanggalan masehi. Bahkan, bagi kalangan fanatik, seharusnya perayaan tahun baru Islam berlangsung lebih ramai dan meriah dari tahun baru Masehi yang penanggalannya berasal dari Bangsa Romawi. 

Wednesday, 30 September 2020

Ade Londok dan S3 Marketing

 Beberapa waktu lalu, Bandung dihebohkan dnegan viralnya Odading Mang Oleh yang rasanya Anj*** banget!!!

all-free-download.com

Terkesan kasar, ngegas dan bahasanya pun belepotan. Tapi, berkat pria bernama Ade Londok ini, Odading Mang Oleh langsung diserbu pembeli bahkan youtuber-youtuber kuliner ternama. Yaa...walaupun, pas diulas sama para Youtuber itu, rasa Odading mang oleh hampir saa dengan odading kebanyakan.....Ya iyalah, da odading mah kitu-kitu keneh, kalo kata orang Sunda mah!!!

Namun, faktanya setelah Odading yang viral ini, di sisi lain banyak marketer andal di luaran sana yang merasa frustasi dengan cara promo Mang Ade Londok. bahkan, di Twitter sempat bertebaran, ajakan marketer buat resign aja, gegara hasil brainstorming strategi marketing bertahun-tahun mereka, langsung kalah sama S3 Marketing ala Mang Ade Londok. 

Itulah hebatnya digital media di era 4.0 Bukan hanya disrupsi teknologi, hal-hal yang mungkin bagi sebagian orang terkesan remeh, nyatanya dapat memecahkan rekor. Lantas, apa sebenarnya yang mmebuat Odading Mang Oleh jadi viral dan laku diserbu pelanggan? Mang Oleh bilang, dari yang awalnya sehari habis sekitar 30 kg tepung untuk bahan odading, setelah viral, warung odadingnya bisa menghabiskan 100 kg tepung per harinya. Keren ga tuh???!!!

Apakah karena rasa odadingnya yang khas? Atau si promotornya Mang Ade Londok itu? Lalu, apa istimewanya si Promotor ini hingga omongannya yang ngegaaas dan belepotan itu bisa menarik banyak pembeli?

Jawabannya bukan pada teknik promosinya, tapi ketulusan dan kepolosan Mang Ade Londok saat mempromosikan Odading Mang Oleh ini. Mungkin dari segi jenjang pendidikan mang Ade Londok tak tahu menahu apa itu strategi marketing, apa itu konsumen dan lain-lain. Ia hanya tahu, jika odading yang sedang digigitnya itu, terasa nikmat di mulut. Saking enaknya (mungkin karena sedang lapar), saat habis menyantap odading ini, ia merasa bertenaga, sehingga seperti superhero yang bisa terbang, Iron Man. 

Mengapa Mang Ade memilih Iron Man, bukan Hulk, Captain Amerika atau Thor? Meski jawaban sebenarnya mungkin hanya Mang Ade dan Tuhan yang tahu, namun menurut saya, Iron Man dipilih, karena diantara superhero lainnya, Iron Man adalah paket komplit. Super kaya, Kuat pula (namanya aja iron artinya besi), tampilan lumayan menarik, cerdas dan sukses. Pokoknya idaman semua orang lah si Iron Man ini....jadi, mungkin itu juga yang membuat Mang Ade Londok mengagumi sosok Iron Man dan akhirnya terlontar celetukan "seperti menjadi Iron Man", saat menyantap Odading Mang oleh ini. 

Lantas, mengapa banyak orang yang menyebt gaya promo Mang Ade Londok ini sebagai S3 marketing bahkan S4 Marketing? Mungkin ini hanya jokes karena dengan promo alakadarnya saja Mang Ade Londok berhasil memviralkan Odading sebagai kuliner jajanan khas Bandung yang wajib dicoba. Namun, disisi lain, dengan viralnya gaya marketing Mang Ade Londok ini (sedikit ngegass, tata bahasa berantakan), mampu mengalahkan strategi marketing dari para lulusan sarjana bahkan S2. Selebihnya, peran Dewi Fortuna mungkin yang sedang menaungi Mang Ade Londok di tahun ini, sehingga bisa viral dan terkenal. Bahkan, dinobatkan sebagai Agen Promo Kuliner Khas Bandung, oleh Kang Emil (Gubernur Jabar). Ia pun dihadiahi sebuah smartphone untuk mendukung kegiatan promo dan endorse berbagai produk kuliner setiap harinya di sosial media. Yaa.....penjahit permak ini menemukan jalannya di tahun 2020, disaat orang sedang misuh-musih gegara pandemi.....

   

Monday, 14 September 2020

Istigfar

 Scroll Facebook, tak sengaja dengerin potongan ceramahnya Ust. Adi Hidayat.......

Ia menyampaikan PENTINGNYA Dzikir untuk dibaca dan dilafalkan setiap saat, terutama setelah dua waktu yang penting. Yakni setiap setelah selesai sholat dan sebelum waktu shubuh. 

Saya merasa tertampar, Karena seringkali begitu mengucap salam ke kanan dan ke kiri, saya hanya langsung berdo'a dan melepas mukena. Memang terkadang saya menyempatkan diri untuk berdzikir dan sholawat sejenak. Tapi, jika sedang terburu-buru, kadang, saya langsung beranjak. Tapi, menurut Pak Ust. Adi, ini tidak benar. Seburu-buru apa pun kita, selesai sholat, lantunan dzikir tetap harus dilakukan. Apakah itu saat kita langsung berkendaraan ketika akan berangkat kerja, atau beraktivitas lain di dalam atau luar rumah.

Kalimat Dzikir yang paling utama adalah Istigfar. Kalimat Istigfar tak selalu dikaitkan dengan perbuatan dosa, tapi menunjuk ketawaduan yang membacanya, dapat menjadi penenang bagi siapa pun yang mengucapkannya. Ucapannya boleh versi pendek, "Astagfirullah" atau versi lengkap "Astagfirullah Hal'adzim Lailahaillallah huwal hayyulqoyyum waatuubuuilaihi. Antasalam wamin kassalam."

Apa sih keutamaan kalimat Istigfar ini? Pertama, membuat siapa pun yang mengucapkannya akan dilindungi Allah dari perbuatan dosa, keji dan munkar. Kedua, cepat dikabulkan do'anya. Terakhir, membuat hati lebih tenang. Biasakanlah beristigfar setiap saat dalam kondisi apa pun. 

Kalimat dzikir lainnya yang harus dilakukan adalah kalimat toyyibah lainnya, Subhanallah, Walhamdulillahirobbil'alamin dan Allahuakbar.....