Thursday, 16 September 2021
Euforia PTMT Emak-emak
Wednesday, 1 September 2021
Cerita Vaksinasi Covid-19
Monday, 9 August 2021
Pawai Obor
| Dok.Pribadi |
Selamat tahun baru Hijriyah, 1 Muharram 1443 H. Ya, bertepatan dengan tanggal 10 Agustus 2021 ini, adalah Tahun baru Hijriyah 1 Muharram. Bagi umat Muslim, tahun baru Hijriyah sama istimewanya dengan tahun baru pada penanggalan masehi. Bahkan, bagi kalangan fanatik, seharusnya perayaan tahun baru Islam berlangsung lebih ramai dan meriah dari tahun baru Masehi yang penanggalannya berasal dari Bangsa Romawi.
Wednesday, 30 September 2020
Ade Londok dan S3 Marketing
Beberapa waktu lalu, Bandung dihebohkan dnegan viralnya Odading Mang Oleh yang rasanya Anj*** banget!!!
![]() |
| all-free-download.com |
Terkesan kasar, ngegas dan bahasanya pun belepotan. Tapi, berkat pria bernama Ade Londok ini, Odading Mang Oleh langsung diserbu pembeli bahkan youtuber-youtuber kuliner ternama. Yaa...walaupun, pas diulas sama para Youtuber itu, rasa Odading mang oleh hampir saa dengan odading kebanyakan.....Ya iyalah, da odading mah kitu-kitu keneh, kalo kata orang Sunda mah!!!
Namun, faktanya setelah Odading yang viral ini, di sisi lain banyak marketer andal di luaran sana yang merasa frustasi dengan cara promo Mang Ade Londok. bahkan, di Twitter sempat bertebaran, ajakan marketer buat resign aja, gegara hasil brainstorming strategi marketing bertahun-tahun mereka, langsung kalah sama S3 Marketing ala Mang Ade Londok.
Itulah hebatnya digital media di era 4.0 Bukan hanya disrupsi teknologi, hal-hal yang mungkin bagi sebagian orang terkesan remeh, nyatanya dapat memecahkan rekor. Lantas, apa sebenarnya yang mmebuat Odading Mang Oleh jadi viral dan laku diserbu pelanggan? Mang Oleh bilang, dari yang awalnya sehari habis sekitar 30 kg tepung untuk bahan odading, setelah viral, warung odadingnya bisa menghabiskan 100 kg tepung per harinya. Keren ga tuh???!!!
Apakah karena rasa odadingnya yang khas? Atau si promotornya Mang Ade Londok itu? Lalu, apa istimewanya si Promotor ini hingga omongannya yang ngegaaas dan belepotan itu bisa menarik banyak pembeli?
Jawabannya bukan pada teknik promosinya, tapi ketulusan dan kepolosan Mang Ade Londok saat mempromosikan Odading Mang Oleh ini. Mungkin dari segi jenjang pendidikan mang Ade Londok tak tahu menahu apa itu strategi marketing, apa itu konsumen dan lain-lain. Ia hanya tahu, jika odading yang sedang digigitnya itu, terasa nikmat di mulut. Saking enaknya (mungkin karena sedang lapar), saat habis menyantap odading ini, ia merasa bertenaga, sehingga seperti superhero yang bisa terbang, Iron Man.
Mengapa Mang Ade memilih Iron Man, bukan Hulk, Captain Amerika atau Thor? Meski jawaban sebenarnya mungkin hanya Mang Ade dan Tuhan yang tahu, namun menurut saya, Iron Man dipilih, karena diantara superhero lainnya, Iron Man adalah paket komplit. Super kaya, Kuat pula (namanya aja iron artinya besi), tampilan lumayan menarik, cerdas dan sukses. Pokoknya idaman semua orang lah si Iron Man ini....jadi, mungkin itu juga yang membuat Mang Ade Londok mengagumi sosok Iron Man dan akhirnya terlontar celetukan "seperti menjadi Iron Man", saat menyantap Odading Mang oleh ini.
Lantas, mengapa banyak orang yang menyebt gaya promo Mang Ade Londok ini sebagai S3 marketing bahkan S4 Marketing? Mungkin ini hanya jokes karena dengan promo alakadarnya saja Mang Ade Londok berhasil memviralkan Odading sebagai kuliner jajanan khas Bandung yang wajib dicoba. Namun, disisi lain, dengan viralnya gaya marketing Mang Ade Londok ini (sedikit ngegass, tata bahasa berantakan), mampu mengalahkan strategi marketing dari para lulusan sarjana bahkan S2. Selebihnya, peran Dewi Fortuna mungkin yang sedang menaungi Mang Ade Londok di tahun ini, sehingga bisa viral dan terkenal. Bahkan, dinobatkan sebagai Agen Promo Kuliner Khas Bandung, oleh Kang Emil (Gubernur Jabar). Ia pun dihadiahi sebuah smartphone untuk mendukung kegiatan promo dan endorse berbagai produk kuliner setiap harinya di sosial media. Yaa.....penjahit permak ini menemukan jalannya di tahun 2020, disaat orang sedang misuh-musih gegara pandemi.....
Monday, 14 September 2020
Istigfar
Scroll Facebook, tak sengaja dengerin potongan ceramahnya Ust. Adi Hidayat.......
Ia menyampaikan PENTINGNYA Dzikir untuk dibaca dan dilafalkan setiap saat, terutama setelah dua waktu yang penting. Yakni setiap setelah selesai sholat dan sebelum waktu shubuh.
Saya merasa tertampar, Karena seringkali begitu mengucap salam ke kanan dan ke kiri, saya hanya langsung berdo'a dan melepas mukena. Memang terkadang saya menyempatkan diri untuk berdzikir dan sholawat sejenak. Tapi, jika sedang terburu-buru, kadang, saya langsung beranjak. Tapi, menurut Pak Ust. Adi, ini tidak benar. Seburu-buru apa pun kita, selesai sholat, lantunan dzikir tetap harus dilakukan. Apakah itu saat kita langsung berkendaraan ketika akan berangkat kerja, atau beraktivitas lain di dalam atau luar rumah.
Kalimat Dzikir yang paling utama adalah Istigfar. Kalimat Istigfar tak selalu dikaitkan dengan perbuatan dosa, tapi menunjuk ketawaduan yang membacanya, dapat menjadi penenang bagi siapa pun yang mengucapkannya. Ucapannya boleh versi pendek, "Astagfirullah" atau versi lengkap "Astagfirullah Hal'adzim Lailahaillallah huwal hayyulqoyyum waatuubuuilaihi. Antasalam wamin kassalam."
Apa sih keutamaan kalimat Istigfar ini? Pertama, membuat siapa pun yang mengucapkannya akan dilindungi Allah dari perbuatan dosa, keji dan munkar. Kedua, cepat dikabulkan do'anya. Terakhir, membuat hati lebih tenang. Biasakanlah beristigfar setiap saat dalam kondisi apa pun.
Kalimat dzikir lainnya yang harus dilakukan adalah kalimat toyyibah lainnya, Subhanallah, Walhamdulillahirobbil'alamin dan Allahuakbar.....


