Tadi malam, tetiba dapat kiriman WhatsApp (WA) dari teman kuliah, yang isinya video tentang Rancangan Undang-Undang Penghapusan Kekerasan Seksual (RUU PKS). Terus terang, beberapa bulan terakhir ini, saya kurang update berat di televisi. Jadi, saya juga agak kurang update dengan perkembangan di negeri ini. Soalnya, di musim kampanye seperti ini, bisa merusak mood melihat perdebatan dan berita-berita yang kurang cover both sides.
Kembali ke bahasan awal, saya jadi bertanya-tanya, ada apa sih dengan RUU PKS ini? Sepenting apakah RUU PKS ini terutama bagi wanita seperti saya? Jadinya, saya mulai browsing-browsing sekadar mengetahui RUU PKS. Rupanya, RUU PKS ini sudah dirasa sangat-sangat diperlukan di Indonesia yang sudah banyak mengalami darurat pelecehan seksual, khususnya untuk kaum wanita. Beberapa kasus Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT), pelecehan seksual mahasiswsi UGM, Baiq Nuril, dan masih banyak lagi, baik yang sudah sampai di meja hijau maupun belum terungkap. Selama ini, kasus-kasus ni hanya diakomodasi dengan UU KDRT dan Perlindungan Anak. Padahal, dua UU ini belum mampu men-cover berbagai kasus kekerasan seksual yang pernah terjadi di Indonesia.
Ada sembilan jenis kejahatan kekerasan seksual yang diusulkan dalam RUU PKS ini. Yakni, pelecehan seksual, ekploitasi seksual, pemaksaan kontrasepsi, pemaksaan aborsi, perkosaan, pemaksaan perkawinan, pemaksaan pelacuran, pembudakan seksual dan penyiksaan seksual. Jadi, kekerasan seksual itu tak hanya masalah yang melibatkan fisik, namun juga berdampak psikologis. Bahkan, sejumlah organisasi feminis, sudah mendesak pemerintah untuk segera mengesahkan RUU P-KS ini.
Sayangnya, hingga saat ini pembahasan RUU PKS masih jalan ditempat, karena isu kekerasan terhadap perempuan ini masih dianggap tidak seksi dan dianggap tidak menghasilkan uang. Lain halnya dengan UU Pemilu yang dianggap jelas perputaran uangnya. Padahal, jika pemerintah memahami pentingnya RUU P-KS ini, mungkin akan lebih banyak kasus kekerasan seksual terutama pada perempuan yang dapat ditangani.
Pembahasan RUU PKS ini rupanya pun mendapat penolakan dari sejumlah kalangan, terutama perempuan muslim konservatif. Pasalnya, mereka mensinyalir adanya beberapa pasal yang seolah-olah membebaskan perzinahan. Salah satu contohnya, adanya kebebasan bagi perempuan untuk melakukan aborsi secara sukarela, sementara pemaksaan aborsi dapat dijerat hukum. Atau, pemaksaan hubungan seksual dapat dijerat hukum, sementara hubungan seksual suka sama suka, walaupun di luar pernikahan, diperbolehkan.
Tentunya, perbedaan pandangan ini, harus segera mendapat solusi bersama. RUU yang dihasilkan harus mampu mengisi kekosongan hukum yang selama ini menimpa banyak perempuan. Jangan sampai UU yang dihasilkan, dapat dengan mudah diakali oleh para pelaku kejahatan seksual dan merugikan wanita sebagai korban.
Tuesday, 29 January 2019
Thursday, 24 January 2019
Sepi
![]() | |
| sxc.hu |
Ada benturan kecil di tempatku tinggal. Rasanya sangat tidak menyenangkan, terlebih, statusku yang masih numpang. Ironisnya, orang yang kuanggap paling dekat denganku, ternyata menjadi penyebabnya. Friksi di pagi hari bisa membuat mood seharian menjadi jelek. Jadi, lebih baik aku berangkat ke kantor lebih awal, meski tak ada kerjaan yang mendesak.
Monday, 29 January 2018
Kawagami Gensai vs Kenshin Himura Antara Realita dan Tokoh Fiktif Sejarah Jepang
Jepang.... mendengar kata ini, pikiran kita
pasti akan terbayang, keteraturan, negara maju, mata sipit, hingga kebudayaan
yang masih lestari. Yaa, Jepang memang memiliki daya tarik yang khas dari Asia
Timur dan sudah membuat siapa pun menyukainya, termasuk saya. Sejak kecil, saya
sudah terobsesi dengan Negeri Matahari terbit ini. Meski dulu sempat menjadi
penjajah yang cukup kejam dengan Romusha-nya, saya tetap menyukai hal-hal yang
berbau Jepang. Mulai dari kimono, harajuku style, doraemon, budaya antri dan
tepat waktunya, hingga film-filmnya. Sebut saja, serial masa kecil yang dulu
tayang di TVRI bertajuk “Oshin” yang sering membuat air mata mengalir, saking
sedihnya. Serial kartun doraemon yang sudah ditonton lintas generasi, hingga serial
anime Samurai X yang saya tonton waktu SMA.
Sayangnya sampai usia 33 tahun ini, saya
belum pernah sekalipun menginjakkan kaki di Negeri sakura (maklum, belum punya
rejeki, LOL). Tapi, it’s OK, hari gini mah mau tahu tentang Jepang semua sudah
tersaji lewat Mbah Google. Tinggal ketik kata kuncinya, muncul dech....
![]() |
| google.com |
![]() |
| wikipedia.com |
Terus terang, ketertarikan saya pada Jepang
kian membesar ketika saya menonton serial anime Samurai X. Ga seperti kartun
Doraemon yang menyajikan kisah fiksi dari masa depan, Samurai X justru menampilkan
kisah Jepang yang diambil dari potongan-potongan sejarah negeri itu. Tidak
semuanya memang, tapi beberapa tokoh dan kejadiannya ada yang memang terjadi di
jepang pada masa lalu. Di serial ini, saya seperti dibawa pada Jepang di masa
lalu yang masih banyak kekacauan akibat pergantian Era Shogun Tokugawa menuju
Era Meiji pada saat restorasi. Dasar saya memang history freaky, jadinya saya
gatal dan langsung cari-cari tahu tentang sejarah Jepang.
Thursday, 18 January 2018
Kerja Kerja Kerja......!!!!
Bekerja,
menjadi salah satu cara manusia bertahan hidup di era modern. Melalui
pekerjaan, apa pun bentuknya, manusia mendapat penghargaan atas kerja kerasnya
dalam mengerjakan sesuatu. Melalui bekerja pula, manusia akan menjadi mahluk
yang berakal, karena senantiasa menggunakan anggota tubuh dan otaknya untuk
menciptakan, mengerjakan, dan mempermudah sesuatu. Pekerjaan manusia bermacam-macam,
mulai dari pekerjaan rumah tangga, pekerjaan kantor, pekerjaan kasar, dan
pekerjaan yang tujuannya hanya mengisi waktu luang. Pekerjaan rumah tangga,
semua hal yang dilakukan di lingkungan rumah, baik di dalam rumah maupun di
sekitarnya. Misalnya, mencuci, mengepel, memperbaiki berbagai elemen rumah yang
rusak, berkebun dan lain-lain. Meski identik degan kegiatan para ibu, namun
pekerjaan rumah tangga pun bisa dilakukan para bapak. Misalnya memperbaiki keran
air yang rusak, genteng bocor, mengecat, berkebun dan lain-lain. hanya, biasanya
pekerjaan rumah tangga dilakukan sebagai kewajiban untuk memperindah rumah,
artinya tidak mendapat reward berupa gaji.
Selanjutnya,
ada pekerjaan kantor. Ini bisa dilakukan semua orang dewasa yang mau dan
mendapat kesempatan bekerja dalam suatu organisasi di luar rumah. Ada yang
organisasinya besar (perusahaan besar) ada juga yang menengah dan kecil. ada
sektor swasta ada juga yang dilakukan di instansi pemerintahan. Selain
statusnya jelas (kontrak/pegawai tetap/pegawai negeri/dan lain-lain), orang
yang
bekerja
di kantor mendapat reward pasti, beruga gaji yang dibayarkan setiap periode
tertentu.
Tuesday, 7 November 2017
Rafting Cikandang, Edaaaaannn......
Jarum
jam bergerak terasa sangat lambat, hawa dingin pun masih terasa menyeruak
menusuk tulang. Maklum, ini jam satu dinihari. Terlebih lokasi tempat saya
menunggu, sangat jauh dari kata nyaman. Bagaimana tidak, selagi menunggu
rekan-rekan lain berkumpul di titik temu, saya terpaksa tidur hanya beralas
selembar karpet tipis dan berselimut jas hujan pinjaman. Belum lagi serangan
nyamuk-nyamuk ganas, hingga sulit memejamkan mata ini. Beruntung, di lokasi titik temu yang merupakan
sanggar kelompok pencinta alam ini, masih ada benda yang cukup mewah, televisi.
Untuk menghilangkan kesunyian, saya pun ditemani suara televisi yang sengaja
distel keras-keras. Sementara rekan saya terdengar mendengkur di pojok ruangan.
Menjelang
pukul dua dini hari, kawan-kawan pun berdatangan satu-persatu. Alhamdulilah,
meski tidak lelap saya bisa istirahat sejenak sebelum memulai perjalanan
panjang di pagi buta. Setelah jumlah kawanan yang berjumlah dua belas orang ini
lengkap, kami pun mulai bersiap-siap. Mengecek kesiapan peralatan dan
perlengkapan yang harus dibawa masing-masing, dan menitipkan kendaraan
masing-masing di sanggar yang terletak di daerah Ciwastra, daerah Bandung Selatan
itu. Sementara kami menunggu mobil carteran menjemput, kami ngobrol-ngobrol
dengan sesama anggota lain. Maklum, beberapa diantara kami belum saling
kenal, karena berasal dari latar belakang pekerjaan dan tempat tinggal yang
berbeda-beda. Hanya satu kesamaan kami, sama-sama menyukai kegiatan-kegiatan
luar ruangan (outdoor) yang menantang
adrenalin, salah satunya arung jeram (rafting).
![]() |
| doc.private |
Subscribe to:
Posts (Atom)





