Thursday, 27 August 2020

Liburan....? Tunggu Dululah!!!!

 Bagaimana rasanya saat tak ada uang, tiba-tiba ada yang mengajak berlibur? Rasanya mungkin siapa pun akan mengangguk setuju tanpa berpikir dua kali. Tapi, anehnya, saya malah merasa kesal, sedikit marah dan merasa orang tersebut tidak mengerti situasi. Tapi percuma juga untuk memberi tahu. Paling disebutnya, "Ga punya duit aja bangga, woro-woro". Atau, "Salah sendiri ga mau nabung!". 

all-free-download.com

Yaa...setiap ornag punya masalah yang tak akan dipahami orang lain. Karakter orang Indonesia, kalau tidak mengasihani, paling juga nyinyir atau julid (judes lidah) dan menyalahkan. Wajar sih, karena simpati dan empati menjadi barang langka di sini. Seringnya, orang akan lebih merasa senang jika melihat orang lain susah atau sebaliknya. 

OK, kembali pada ajakan liburan tadi disaat saya pegang uang, bagi saya sedikit menghina. Apalagi ini tanggal tua, dimana saya belum mendapat gaji. Tapi, ya itu dia, namanya orang tak sama. Atau, mungkin saja ia bermaksud baik dan sungguh-sungguh mengajak. Tapi tetap saja, saya merasa di-PHP-in. Kadang saya berpikkir dan ingin sekali berucap, silakan kalau mau pergi berlibur, tapi mohon tanyakan dulu bersedia atau tidak, apa alasannya, dan jangan koar-koar dululah. Kesannya kamseupay dech kalau kata orang gaul mah, alias kampungan...Mo liburan koq woro-woro, keliatan banget kan jarang liburan atau malah kayak yang ga pernah liburan ajah!....Sebel dech.

Kesalnya lagi, orang terdekat kita mbok yaa, dikasih pengertian itu sadar diri dengan kondisi yang sedang dihadapi. Eehhh....ini malah podo wae, pake bilang kasian anaklah kalo ga ikut.....Ga nyadar kondisi lagi sulit begini, belum lagi ancaman COVID-19 yang masih tinggi. Urgensi liburan ini snagat tidak masuk akal. Jika alasannya sudah stress sudah terlalu lama di rumah, helloooowwww....bukannya sebelumnya sudah pernah jalan-jalan menengok besan dan anak cucu menantu? 

Aaahhh...tapi ya sudahlah, saya pusing kalau memikirkan hal yang tidak penting ini. kepala tambah mumet, tapi juga tak ada gunanya. saya mau memikirkan hal yang lebih penting untuk saya dan keluarga kecil saya saat ini. RUMAH TINGGAL.....Bagaimana caranya rumah yang sudah saya cicil susah payah, bisa segera ditempati dan layak dengan ketersediaan air yang layak pakai. Itu saja!!!!!


Wednesday, 15 July 2020

Sekolah Daring, Emak yang Pusing

Tahun ajaran baru sudah dimulai, sodara-sodara.....
Sayangnya, karena si COVID-19 belum juga hilang, dengan berat hati sebagian besar (atau semuanya untuk zona merah), kegiatan sekolah dilakukan kembali dari rumah alias sekolah daring. bermacam-macam caraya, tergantung usia anak sekolah dan kondisi orang tua tentunya. Ada yang sekolah daring hanya menyimak pelajaran dari TVRI, ada yang ditambah dengan tatap muka secara virtual via aplikasi Google Classroom, Zoom Meeting hingga video call WhatApps. Bahkan, setiap sekolah memiliki kebijakan berbeda terkait pelaksanaan sekolah daring ini. Ada pula tambahan tugas lain di setiap harinya yang berasal dari sekolah dan harus dikerjakan siswa.
sxc.hu

Tuesday, 30 June 2020

Compassion & Computational Thinking (Part II)



“The role of teacher is to create the conditions for invention rather than provide ready-made knowledge” - Seymour Papert 

Ungkapan ini diungkapkan S. Papert dalam buku bertajuk “Mindstorm” yang menjadi awal munculnya istilah computational thinking. Awalnya, ia memfokuskan pada dua aspek komputasi. Pertama, bagaimana menggunakan komputasi untuk menciptakan pengetahuan baru. Kedua, bagaimana menggunakan komputer untuk meningkatkan pemikiran dan perubahan pola akses ke pengetahuan.
all-free-download

I LOVE Tay-Tay

Baru ngeuh ternyata aku ngefans banget sama yang namanya Taylor Swift a.k.a Tay-Tay.......
Setelah dalam sehari aku bisa muterin lagunya belio ampe berkali-kali dan HAPALLLLL!!!
OMG, aku bukan lagi teenager, tapi koq yaa suka banget sih sama penyanyi cewek yang satu ini?
Wikipedia

Thursday, 27 February 2020

Jepun, I Love U !!!

Meski tak pernah berkunjung ke negara-negara di Asia Timur, saya punya ketertarikan dan kecintaan khususnya dengan negara Jepang. Meski sempat jadi penjajah di indonesia, namun Jepang sangat membekas di hati saya. Entah itu fisik orang-orangnya, adat budayanya hingga bahasanya yang lumayan sulit untuk dipelajari. Kesukaan pada hal-hal terkait Jepang, mulai saya rasakan sejak bangku SMA, saat saya keranjingan kartun anime Samurai X yang sangat fenomenal kala itu. bahkan, saya bela-belain beli buku saku kamus bahasa Jepang, meski tidak rajin saya baca, karena pusing duluan melihatnya.
id.wikihow.com