Monday, 19 January 2015

Die Hard 5, Action Movie yang Ga Ada Matinya



Penggemar berat aktor Bruce Willis mungkin sudah tak asing dengan judul film yang satu ini. Ya, sejak tahun 90-an, film Die Hard sudah menjadi salah satu box office dari Hollywood. Terlebih, masa itu Hollywood sangat menggandrungi berbagai macam film action yang memacu adrenalin penontonnya. Tak heran, mulai dari die Hard I – IV selalu menyedot perhatian jumlah penonton di bioskop maupun ketika sudah ditayangkan di televisi.
www.google.com
Untuk pembuatannya pun Hollywood memang dikenal ciamik menggarap berbagai macam film action. Termasuk Die Hard. Biaya pembuatannya pun selalu fantastis. Tapi itu tak jadi soal ketika filmnya dilepas ke pasar dan mampu memberikan keuntungan yang lebih besar. Mungkin keuntungan yang besar pula ketika akhirnya film ini dibuatkan sekuel-sekuel berikutnya hingga Die Hard 5 yang rilis tahun 2013.

Tanpa menghilangkan esensi dari film-film Die Hard sebelumnya, kali ini yang akan dibahas hanya untuk Die Hard 5. Maklum, kalau Die Hard yang sebelum-sebelumnya sudah mulai lupa jalan ceritanya. yang masih ingat mungkin hanya soal tembak-tembakannya sama pemainnya itu, si Bruce Willis yang selalu terlihat sama. Berkepala hampir botak, terlihat awet muda, dan gaya bicaranya yang ceplas ceplos.
Di filmnya kali ini, Bruce Willis yang tetap berperan sebagai Agen polisi John C sedang bingung dengan keberadaan salah satu anaknya yang menghilang entah kemana. Usut punya usut, anaknya yang bernama Jack itu berada di Rusia dan sedang menanti hukuman atas kasus pembunuhan tingkat tinggi. Jack melibatkan diri dalam sebuah konspirasi politik di negeri Tirai Besi. John pun bingung dan bermaksud menyelamatkan anaknya. Ia pun berangkat ke Rusia, meski belum tahu alasan anaknya melakukan hal sebodoh itu.
Sesampainya di Rusia, John yang langsung dihadapkan teror bom yang menimpa Gedung pengadilan tempat Jack disidang. Tanpa berpikir panjang, ia melihat Jack yang kabur dengan tahanan lain dan berusaha mengikutinya. Sayang, John yang tidak mengerti duduk persoalannya membuat kesal anaknya karena datang disaat yang tidak tepat. Apalagi, Jack langsung diuber kelompok mafia bersenjata lengkap. Kekacauan pun tak terhindarkan di sejumlah ruas jalanan Kota Moskow yang padat kendaraan dengan aksi tembak-tembakan dan kejar-kejaran mobil.  Beruntung Jack, John dan satu tahanan yang diketahui bernama Yuri Komarov berhasil sampai di safe house milik Amerika Serikat. Padahal, sebetulnya tujuan Jack semula adalah menyerahkan Yuri ke pihak intelegen Amerika dan mengeluarkannya dari Rusia. Kehadiran John pun dianggap sebagai alasan kegagalan Jack yang ternyata menjadi agen rahasia CIA. Kedua ayah dan anak yang tak pernah akur ini pun kian saling membenci.
Kejadian-kejadian yang tak disangka terus berlangsung di tengah pelarian mereka menghadapi militer Rusia dan kelompok mafia yang mengejarnya. Aksi tembak menembak pun terjadi beberapa kali, aksi sembunyi-sembunyi dan penyelinapan ketiganya sangat rapi, hingga tak terdeteksi. Yuri yang sudah sama-sama uzur dengan John pun mengungkap alasan mengapa dirinya menjadi sasaran utama. Katanya ia punya rahasia yang dapat menjegal calon pimpinan Rusia saat ini, Chagarin. Menurut Yuri, file-nya ia simpan di lokasi tragedi nuklir Chernobyl dan kuncinya di simpan di salah satu hotel tua yang sedang direnovasi. Namun saat diambil, datang anaknya Yuri yang ternyata berkomplot dengan mafia yang mengejar mereka. John dan Jack menjadi sasaran kebrutalan para mafia yang menyiksa dan membombardirnya dari helikopter. Tembak-tembakan tak terhindarkan lagi, tapi seperti biasa, 2 jagoan Amerika ini dapat menyelamatkan diri meski harus babak belur.
John sudah merasakan kejanggalan dari kasus yang ditangani anaknya. Sayang, Jack yang merasa sudah menjadi agen mata-mata cukup lama tak mau mendengar pendapat sang ayah. Ia masih kesal karena operasinya selama lima tahun di Rusia gagal karena keterlibatan John yang tidak disengaja. Namun, keduanya pantang menyerah untuk melacak keberadaan Yuri Komarov yang diculik putri dan komplotan mafianya. Lokasi nuklir di Chernobyl pun didatangi keduanya. Disinilah keganjilan John terjawab, karena ia merasa aneh dengan kelakuan para penjahat anak buah putri Yuri Komarov. Terlalu banyak peralatan yang dibawa untuk mengeluarkan sebuah file. Jack dan John pun akhirnya sadar, selama ini ia diperalat Yuri Komarov yang memiliki simpanan uranium sangat banyak di lokasi ini. Maklum, Yuri dan Chagarin dulunya merupakan salah satu pekerja di Chernobyl.
Yuri ternyata ingin mengangkut Uranium yang jumlah sangat banyak dari tempat ini tanpa dibagi dua dengan Chagarin. Untuk digunakan apa, tak ada penjelasan yang pasti. Namun Uranium adalah salah satu bahan yang digunakan untuk membuat peledak. Sudah dapat ditebak kan apa maunya Yuri Komarov..... akhirnya jelas jika ternyata Yuri Komarov-lah yang jahat. Bahkan, putrinya pun ternyata berpihak padanya dan sama-sama ingin menguasai uranium yang akan dibawanya. Tapi tenang saja, Duo Jack dan John tak tinggal diam. Keduanya merasa telah diperalat dan ditipu habis-habisan oleh Yuri Komarov, sehingga bernafsu menggagalkan penyelundupan Uranium yang sudah dimasukkan ke dalam truk dan akan diangkut menggunakan helikopter besar. Seperti biasa, aksi heroik dipertontonkan dua jagoan ini mulai dari aksi tembak menembak, baku hantam dengan penjahat hingga aksi bergelantungan di helikopter. Akhirnya, helikopter yang dikemudikan putri Yuri Komarov pun jatuh dengan baling-baling membentur badan Yuri Komarov. Singkat cerita Yuri Komarov, putrinya dan anak-anak buahnya tewas di tempat. Sementara duo jagoan ini dapat selamat dengan menceburkan diri ke kolam yang ada di lantai dasar.
Namun ada beberapa pertanyaan yang masih menggantung. Kapan John tepatnya menikah hingga akhirnya memiliki dua anak, itu masih misteri. Pasalnya di film-film sebelumnya, tidak pernah diceritakan jika Agen John memiliki anak, yaitu Jack dan saudari perempuan yang diceritakan mengantar John ke bandara ketika akan berangkat ke Rusia. Pertanyaan lainnya, apakah dari Die Hard 5 ini akan kembali bersambung ke Die Hard-Die Hard selanjutnya? Sepertinya film yang sudah memiliki sekuel hingga kelima akan terasa membosankan jika terus menerus dibuat? Apalagi tema cerita genrenya masih gitu-gitu saja, baku tembak, baku hantam, ledakan disana sini. Perlu ada pengembangan cerita sehingga film action Hollywood tidak terjebak pada tiga hal diatas. Selain itu, film akan lebih realistis dimata penontonnya. Sekian.      

No comments: