Penggemar berat aktor Bruce Willis mungkin
sudah tak asing dengan judul film yang satu ini. Ya, sejak tahun 90-an, film
Die Hard sudah menjadi salah satu box office dari Hollywood. Terlebih, masa itu
Hollywood sangat menggandrungi berbagai macam film action yang memacu adrenalin
penontonnya. Tak heran, mulai dari die Hard I – IV selalu menyedot perhatian
jumlah penonton di bioskop maupun ketika sudah ditayangkan di televisi.
![]() |
| www.google.com |
Untuk pembuatannya pun Hollywood memang
dikenal ciamik menggarap berbagai macam film action. Termasuk Die Hard. Biaya
pembuatannya pun selalu fantastis. Tapi itu tak jadi soal ketika filmnya
dilepas ke pasar dan mampu memberikan keuntungan yang lebih besar. Mungkin
keuntungan yang besar pula ketika akhirnya film ini dibuatkan sekuel-sekuel
berikutnya hingga Die Hard 5 yang rilis tahun 2013.
Tanpa menghilangkan esensi dari film-film
Die Hard sebelumnya, kali ini yang akan dibahas hanya untuk Die Hard 5. Maklum,
kalau Die Hard yang sebelum-sebelumnya sudah mulai lupa jalan ceritanya. yang
masih ingat mungkin hanya soal tembak-tembakannya sama pemainnya itu, si Bruce
Willis yang selalu terlihat sama. Berkepala hampir botak, terlihat awet muda,
dan gaya bicaranya yang ceplas ceplos.
Di filmnya kali ini, Bruce Willis yang
tetap berperan sebagai Agen polisi John C sedang bingung dengan keberadaan
salah satu anaknya yang menghilang entah kemana. Usut punya usut, anaknya yang
bernama Jack itu berada di Rusia dan sedang menanti hukuman atas kasus
pembunuhan tingkat tinggi. Jack melibatkan diri dalam sebuah konspirasi politik
di negeri Tirai Besi. John pun bingung dan bermaksud menyelamatkan anaknya. Ia
pun berangkat ke Rusia, meski belum tahu alasan anaknya melakukan hal sebodoh
itu.
Sesampainya di Rusia, John yang langsung
dihadapkan teror bom yang menimpa Gedung pengadilan tempat Jack disidang. Tanpa
berpikir panjang, ia melihat Jack yang kabur dengan tahanan lain dan berusaha
mengikutinya. Sayang, John yang tidak mengerti duduk persoalannya membuat kesal
anaknya karena datang disaat yang tidak tepat. Apalagi, Jack langsung diuber kelompok
mafia bersenjata lengkap. Kekacauan pun tak terhindarkan di sejumlah ruas
jalanan Kota Moskow yang padat kendaraan dengan aksi tembak-tembakan dan
kejar-kejaran mobil. Beruntung Jack,
John dan satu tahanan yang diketahui bernama Yuri Komarov berhasil sampai di
safe house milik Amerika Serikat. Padahal, sebetulnya tujuan Jack semula adalah
menyerahkan Yuri ke pihak intelegen Amerika dan mengeluarkannya dari Rusia. Kehadiran
John pun dianggap sebagai alasan kegagalan Jack yang ternyata menjadi agen
rahasia CIA. Kedua ayah dan anak yang tak pernah akur ini pun kian saling
membenci.
Kejadian-kejadian yang tak disangka terus
berlangsung di tengah pelarian mereka menghadapi militer Rusia dan kelompok
mafia yang mengejarnya. Aksi tembak menembak pun terjadi beberapa kali, aksi
sembunyi-sembunyi dan penyelinapan ketiganya sangat rapi, hingga tak
terdeteksi. Yuri yang sudah sama-sama uzur dengan John pun mengungkap alasan
mengapa dirinya menjadi sasaran utama. Katanya ia punya rahasia yang dapat
menjegal calon pimpinan Rusia saat ini, Chagarin. Menurut Yuri, file-nya ia simpan di lokasi tragedi
nuklir Chernobyl dan kuncinya di simpan di salah satu hotel tua yang sedang
direnovasi. Namun saat diambil, datang anaknya Yuri yang ternyata berkomplot
dengan mafia yang mengejar mereka. John dan Jack menjadi sasaran kebrutalan
para mafia yang menyiksa dan membombardirnya dari helikopter. Tembak-tembakan
tak terhindarkan lagi, tapi seperti biasa, 2 jagoan Amerika ini dapat
menyelamatkan diri meski harus babak belur.
John sudah merasakan kejanggalan dari kasus
yang ditangani anaknya. Sayang, Jack yang merasa sudah menjadi agen mata-mata
cukup lama tak mau mendengar pendapat sang ayah. Ia masih kesal karena
operasinya selama lima tahun di Rusia gagal karena keterlibatan John yang tidak
disengaja. Namun, keduanya pantang menyerah untuk melacak keberadaan Yuri
Komarov yang diculik putri dan komplotan mafianya. Lokasi nuklir di Chernobyl
pun didatangi keduanya. Disinilah keganjilan John terjawab, karena ia merasa
aneh dengan kelakuan para penjahat anak buah putri Yuri Komarov. Terlalu banyak
peralatan yang dibawa untuk mengeluarkan sebuah file. Jack dan John pun akhirnya sadar, selama ini ia diperalat Yuri
Komarov yang memiliki simpanan uranium sangat banyak di lokasi ini. Maklum,
Yuri dan Chagarin dulunya merupakan salah satu pekerja di Chernobyl.
Yuri ternyata ingin mengangkut Uranium yang
jumlah sangat banyak dari tempat ini tanpa dibagi dua dengan Chagarin. Untuk
digunakan apa, tak ada penjelasan yang pasti. Namun Uranium adalah salah satu
bahan yang digunakan untuk membuat peledak. Sudah dapat ditebak kan apa maunya
Yuri Komarov..... akhirnya jelas jika ternyata Yuri Komarov-lah yang jahat.
Bahkan, putrinya pun ternyata berpihak padanya dan sama-sama ingin menguasai
uranium yang akan dibawanya. Tapi tenang saja, Duo Jack dan John tak tinggal
diam. Keduanya merasa telah diperalat dan ditipu habis-habisan oleh Yuri
Komarov, sehingga bernafsu menggagalkan penyelundupan Uranium yang sudah
dimasukkan ke dalam truk dan akan diangkut menggunakan helikopter besar. Seperti
biasa, aksi heroik dipertontonkan dua jagoan ini mulai dari aksi tembak menembak,
baku hantam dengan penjahat hingga aksi bergelantungan di helikopter. Akhirnya,
helikopter yang dikemudikan putri Yuri Komarov pun jatuh dengan baling-baling
membentur badan Yuri Komarov. Singkat cerita Yuri Komarov, putrinya dan
anak-anak buahnya tewas di tempat. Sementara duo jagoan ini dapat selamat
dengan menceburkan diri ke kolam yang ada di lantai dasar.
Namun ada beberapa pertanyaan yang masih
menggantung. Kapan John tepatnya menikah hingga akhirnya memiliki dua anak, itu
masih misteri. Pasalnya di film-film sebelumnya, tidak pernah diceritakan jika
Agen John memiliki anak, yaitu Jack dan saudari perempuan yang diceritakan
mengantar John ke bandara ketika akan berangkat ke Rusia. Pertanyaan lainnya,
apakah dari Die Hard 5 ini akan kembali bersambung ke Die Hard-Die Hard
selanjutnya? Sepertinya film yang sudah memiliki sekuel hingga kelima akan
terasa membosankan jika terus menerus dibuat? Apalagi tema cerita genrenya
masih gitu-gitu saja, baku tembak, baku hantam, ledakan disana sini. Perlu ada
pengembangan cerita sehingga film action Hollywood tidak terjebak pada tiga hal
diatas. Selain itu, film akan lebih realistis dimata penontonnya. Sekian.

No comments:
Post a Comment