Sejak sebelum menikah, bekerja pada sebuah
perusahaan sudah menjadi rutinitasku. Bekerja seusai lulus kuliah memang terasa
sangat menyenangkan. Selain dapat mengaplikasikan ilmu yang kudapat, bekerja
menghasilkan uang. Maka, sejak lulus aku tak mau berlama-lama menganggur.
Melamar sana sini demi sebuah posisi dalam perusahaan aku lakukan. Alhamdulillah, gayung bersambut ketika
aku diterima di sebuah perusahaan konsultan. Honor yang kuterima dari waktu ke
waktu pun terus meningkat seiring lamanya bekerja. Meski, demi pekerjaan ini
aku harus rela tinggal kos yang jauh dari rumah orang tua. Tapi, sebagai
lajang, aku masih dapat menikmatinya.
![]() |
| sxc.hu |
Beberapa tahun bekerja, aku menikah. Dari
yang tadinya tinggal kos, akhirnya aku pindah ke pondok mertua indah. Karena
sudah terbiasa tinggal berjauhan dari orang tua, aku sih oke-oke saja. Dimana
pun aku tinggal, yang penting nyaman dan bisa ditinggali. Singkat kata, setelah
setahun menikah aku dikaruniai seorang anak yang lucu. Bahagia rasanya ketika
menjalin rumah tangga dan akhirnya hadir si buah hati tak lama setelahnya.
Rasanya lengkap sudah hidupku. Namun dibalik itu, seiring pertumbuhan anakku
yang kian besar (saat ini anakku berusia 2 tahun lebih), aku mulai khawatir dan
dilema.




