Thursday, 6 November 2014

Balada “Kontraktor”



Siapa pun yang sudah berumah tangga pasti memiliki impian untuk memiliki tempat tinggal sendiri yang nyaman. Tapi masalahnya, tidak semua orang bisa langsung punya rumah begitu menikah. Maklum, pendapatan orang Indonesia belum semuanya tinggi. Karena berbagai faktor dan alasan, akhirnya ada pasangan menikah yang terpaksa masih numpang di Pondok Indah mertua (PMI) maupun menyewa atau istilahnya “ngontrak”.
sxc.hu
Hal ini menjadi pilihan atau mungkin tak ada pilihan lainnya. Namun, masing-masing pilihan ada kelebihan dan kekurangannya. Hal ini saya alami sendiri dalam kehidupan berumah tangga. Selama empat tahun pertama pernikahan bersama suami. Mengingat saya bekerja di kota asal suami, akhirnya suami yang boyong ke rumah mertuanya. Sudah ada pikiran untuk hidup sendiri ketika menikah, tapi saya manut saja karena menurut suami akan lebih menghemat jika tinggal dengan orang tuanya. Lagi pula masih ada ruang yang dapat dipakai untuk kamar kami.

Monday, 3 November 2014

Pleaseee....I Need a Day Care!



Sejak sebelum menikah, bekerja pada sebuah perusahaan sudah menjadi rutinitasku. Bekerja seusai lulus kuliah memang terasa sangat menyenangkan. Selain dapat mengaplikasikan ilmu yang kudapat, bekerja menghasilkan uang. Maka, sejak lulus aku tak mau berlama-lama menganggur. Melamar sana sini demi sebuah posisi dalam perusahaan aku lakukan. Alhamdulillah, gayung bersambut ketika aku diterima di sebuah perusahaan konsultan. Honor yang kuterima dari waktu ke waktu pun terus meningkat seiring lamanya bekerja. Meski, demi pekerjaan ini aku harus rela tinggal kos yang jauh dari rumah orang tua. Tapi, sebagai lajang, aku masih dapat menikmatinya.
sxc.hu
Beberapa tahun bekerja, aku menikah. Dari yang tadinya tinggal kos, akhirnya aku pindah ke pondok mertua indah. Karena sudah terbiasa tinggal berjauhan dari orang tua, aku sih oke-oke saja. Dimana pun aku tinggal, yang penting nyaman dan bisa ditinggali. Singkat kata, setelah setahun menikah aku dikaruniai seorang anak yang lucu. Bahagia rasanya ketika menjalin rumah tangga dan akhirnya hadir si buah hati tak lama setelahnya. Rasanya lengkap sudah hidupku. Namun dibalik itu, seiring pertumbuhan anakku yang kian besar (saat ini anakku berusia 2 tahun lebih), aku mulai khawatir dan dilema.

Wednesday, 29 October 2014

Child



Sekilas tak ada yang aneh dengan bocah berusia lima tahun ini. Tingkahnya sama seperti anak seusianya, energik, ceria, namun sedikit nakal. Ia tak pernah berhenti beraktivitas terutama dengan sejumlah mainan yang dimilikinya atau kala bermain di luar rumah bersama teman-temannya. Namun jika ditelisik lebih cermat, anak ini menderita penyakit kulit yang cukup parah. Seluruh tubuhnya dipenuhi luka bekas garukan yang sangat kencang, borok-borok yang bernanah, hingga luka baret akibat terlalu sering digaruk. Sungguh miris.
istimewa
Padahal, sekitar dua tahun silam anak itu terlihat sangat lucu, manis dan mempunyai kulit yang bersih. Tingkah lakunya pun snagat menyenangkan dan membuat gemas siapa pun yang melihatnya. Namun, semua hal-hal indah ini mulai berubah, atau mulai terlihat, ketika orang tuanya sudah tak harmonis lagi. Sebenarnya, anak ini meski terlahir sempurna dan sangat lucu, merupakan anak yang tak pernah diharapkan terutama oleh sang ibu. Ibunya hamil ketika masih berpacaran, meski sang lelaki mau bertanggung jawab dan menikahinya. Toh, ternyata ini tidak pernah menghilangkan rasa sakit hati sang ibu yang merasa kebebasan masa mudanya terenggut, karena hamil. Padahal jika ditelusuri, sang ibu pun turut andil dalam dosa ini.

Monday, 27 October 2014

“Pembantu” Presiden



Beberapa hari ke belakang, Indonesia tengah diramaikan perbincangan terkait pengumuman nama-nama menteri untuk Kabinet kerja. Kabinet ini yang akan membantu pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk lima tahun ke depan. Tema-teman perbincangan sangat beragam, mulai dari dunia nyata dalam berbagai media massa, hingga media sosial yang lebih lugas di dunia maya. Ucapan selamat kepada 34 menteri yang terpilih, sudah pasti mengalir deras. Tapi ada juga sejumlah orang yang menyangsikan kinerja maupun hanya sekadar nyinyir mengenai personalitas para menteri terpilih.
Mereka yang sangat mendukung dan memuji para menteri terpilih, pastilah merupakan para pendukung pemerintahan Jokowi. Adanya perubahan di beberapa kementerian, dianggap sebagai satu terobosan baru Jokowi untuk mengefektifkan kinerja kementerian. Namun disisi lain, ada pula yang menyangsikan efektivitas kinerja dari sejumlah kementerian yang mengalami perubahan. Pasalnya, ada beberapa kementerian yang cenderung berseberangan, namun disatukan pada satu kementerian, misalnya Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan. Satu sisi, pengelolaan lingkungan hidup dianggap biaya (cost), sementara kehutanan lebih banyak pada pengelolaan hutan yang dapat diartikan sebagai sebuah pendapatan (income). Hal ini akan menyulitkan pada saat ada kebijakan terkait lingkungan hidup yang tak sejalan dengan sistem pengelolaan kehutanan.
sxc.hu

Thursday, 2 October 2014

Selamat hari batik.....



Warga Indonesia patut berbangga rasanya, karena salah satu produk budayanya sudah diakui sebagai salah satu warisan dunia (world heritage), yaitu batik. Maka, kini setiap tanggal 2 Oktober diperingati sebagai hari batik nasional. Karena, batik ini mulai diresmikan sebagai warisan budaya dunia pada tanggal 2 Oktober 2009.
Jika dulu batik hanya lebih banyak diaplikasikan pada kain, yang banyak digunakan untuk mmebebat tubuh para wanita maupun pria terutama di kalangan priyayi Jawa. Kini batik sudah lebih populer bahkan hingga ke mancanegara dalam berbagai model dan bahan pakaian. Batik tak hanya dapat dibuat pada jenis kain seperti katun, namun bisa juga pada kain sutra yang terkenal mahal dan eksklusif, hingga bahan kaos.
(batik trusmi dari Cirebon - www.google.com)