Monday, 10 November 2014

“President Branding”



Semua orang pasti sering melihat Presiden Jokowi menggunakan baju khasnya, setelan kemeja putih dipadukan celana panjang hitam. Sebagian orang mungkin akan berpikir, “Ah, itu hanya untuk menunjukkan ciri khasnya beliau saja yang memang senang hal-hal sederhana dan lebih merakyat.” Pasalnya, menilik presiden-presiden sebelumnya di Indonesia, belum pernah ada yang sangat “biasa” terutama dalam hal penampilannya. Maklum, presiden adalah orang nomor satu pada sebuah negara yang akan menunjukkan citra dari negara yang bersangkutan. Jika terlihat kurang meyakinkan, pandangan dari dunia luar terhadap negara itu akan terlihat negatif.
all-free-download.com
Tengok saja, presiden Soekarno meski pakaian yang digunakan terlihat sederhana, namun perawakan dan penampilannya sangat negarawan dan tegas. Presiden Soeharto, sedikit lunak meski dari kalangan militer, namun tak pernah lepas jas atau safari yang necis. Demikian pula presiden-presiden selanjutnya hingga berakhir di era Presiden Soesilo Bambang Yudhoyono (SBY). Tapi, Presiden Jokowi rupanya ingin menampilkan sisi yang lain dari seorang presiden. Jika orang lain berpikir presiden adalah pejabat yang harus dihormati, Jokowi berpikir lain. Presiden baginya adalah seorang pelayan rakyat, sehingga ia tidak memusingkan seperti apa penampilannya.

Sunday, 9 November 2014

Pahlawan



Hari ini 10 November, adalah hari pahlawan. Beragam cara dilakukan orang untuk merayakannya. Peringatan heroik para pahlawan yang dulu kala merebut kemerdekaan dari para penjajah, tetap menjadi semangat bagi kita untuk mengisi kemerdekaan dengan hal-hal positif. Mungkin arti pahlawan sendiri bagi setiap orang berbeda-beda. Ada yang menganggap pahlawan adalah orang yang membela tanah airnya dari penjajah. Ada pula yang menyebut pahlawan adalah orang yang selalu berbuat baik. Namun ada pula yang melihat pahlawan dari perspektif lain.
ilustrasi ini digunakan karena anak saya suka spiderman
Sebenarnya, setiap orang adalah pahlawan untuk dirinya sendiri. Siapa pun yang mampu membawa dirinya pada arah yang positif dan kemajuan, dia adalah pahlawan. Namun hal seperti ini kurang disadari beberapa orang. Karena ada tipe orang yang terkadang sulit melihat nilai baik pada setiap hal. Atau orang ini tidak dapat menghargai diri sendiri apalagi orang lain, sehingga apa pun yang dilihat dari orang lain adalah sisi negatifnya.

Thursday, 6 November 2014

Balada “Kontraktor”



Siapa pun yang sudah berumah tangga pasti memiliki impian untuk memiliki tempat tinggal sendiri yang nyaman. Tapi masalahnya, tidak semua orang bisa langsung punya rumah begitu menikah. Maklum, pendapatan orang Indonesia belum semuanya tinggi. Karena berbagai faktor dan alasan, akhirnya ada pasangan menikah yang terpaksa masih numpang di Pondok Indah mertua (PMI) maupun menyewa atau istilahnya “ngontrak”.
sxc.hu
Hal ini menjadi pilihan atau mungkin tak ada pilihan lainnya. Namun, masing-masing pilihan ada kelebihan dan kekurangannya. Hal ini saya alami sendiri dalam kehidupan berumah tangga. Selama empat tahun pertama pernikahan bersama suami. Mengingat saya bekerja di kota asal suami, akhirnya suami yang boyong ke rumah mertuanya. Sudah ada pikiran untuk hidup sendiri ketika menikah, tapi saya manut saja karena menurut suami akan lebih menghemat jika tinggal dengan orang tuanya. Lagi pula masih ada ruang yang dapat dipakai untuk kamar kami.

Monday, 3 November 2014

Pleaseee....I Need a Day Care!



Sejak sebelum menikah, bekerja pada sebuah perusahaan sudah menjadi rutinitasku. Bekerja seusai lulus kuliah memang terasa sangat menyenangkan. Selain dapat mengaplikasikan ilmu yang kudapat, bekerja menghasilkan uang. Maka, sejak lulus aku tak mau berlama-lama menganggur. Melamar sana sini demi sebuah posisi dalam perusahaan aku lakukan. Alhamdulillah, gayung bersambut ketika aku diterima di sebuah perusahaan konsultan. Honor yang kuterima dari waktu ke waktu pun terus meningkat seiring lamanya bekerja. Meski, demi pekerjaan ini aku harus rela tinggal kos yang jauh dari rumah orang tua. Tapi, sebagai lajang, aku masih dapat menikmatinya.
sxc.hu
Beberapa tahun bekerja, aku menikah. Dari yang tadinya tinggal kos, akhirnya aku pindah ke pondok mertua indah. Karena sudah terbiasa tinggal berjauhan dari orang tua, aku sih oke-oke saja. Dimana pun aku tinggal, yang penting nyaman dan bisa ditinggali. Singkat kata, setelah setahun menikah aku dikaruniai seorang anak yang lucu. Bahagia rasanya ketika menjalin rumah tangga dan akhirnya hadir si buah hati tak lama setelahnya. Rasanya lengkap sudah hidupku. Namun dibalik itu, seiring pertumbuhan anakku yang kian besar (saat ini anakku berusia 2 tahun lebih), aku mulai khawatir dan dilema.

Wednesday, 29 October 2014

Child



Sekilas tak ada yang aneh dengan bocah berusia lima tahun ini. Tingkahnya sama seperti anak seusianya, energik, ceria, namun sedikit nakal. Ia tak pernah berhenti beraktivitas terutama dengan sejumlah mainan yang dimilikinya atau kala bermain di luar rumah bersama teman-temannya. Namun jika ditelisik lebih cermat, anak ini menderita penyakit kulit yang cukup parah. Seluruh tubuhnya dipenuhi luka bekas garukan yang sangat kencang, borok-borok yang bernanah, hingga luka baret akibat terlalu sering digaruk. Sungguh miris.
istimewa
Padahal, sekitar dua tahun silam anak itu terlihat sangat lucu, manis dan mempunyai kulit yang bersih. Tingkah lakunya pun snagat menyenangkan dan membuat gemas siapa pun yang melihatnya. Namun, semua hal-hal indah ini mulai berubah, atau mulai terlihat, ketika orang tuanya sudah tak harmonis lagi. Sebenarnya, anak ini meski terlahir sempurna dan sangat lucu, merupakan anak yang tak pernah diharapkan terutama oleh sang ibu. Ibunya hamil ketika masih berpacaran, meski sang lelaki mau bertanggung jawab dan menikahinya. Toh, ternyata ini tidak pernah menghilangkan rasa sakit hati sang ibu yang merasa kebebasan masa mudanya terenggut, karena hamil. Padahal jika ditelusuri, sang ibu pun turut andil dalam dosa ini.