Tuesday, 8 September 2020

Anjaaayyyyy.....

Start goin to be update...hahahaha...

Yup, judul di atas emang lagi hype bangeeettt, akhir-akhir ini.....Setelah seorang youtuber yang tetiba ngebahas kata "Anjay" ini sampai menghadirkan ahli bahasa dan ulama! Ya, hanya untuk menunjukkan kalo kata ini sangat sangat tidak layak digunakan. Padahal, kata anjay ini sudah menjadi salah satu bahasa gaulnya generasi millenial, terutama yang ada di perkotaan....
Bahasa slang ini memang awalnya merupakan plesetan dari kata "anjing" yang sering digunakan sebagai kata umpatan atau makian. Setelah kian populer setelah dibahas si youtuber, kata Anjay ini makin ramai bahkan jadi trending di Twitter. Pro kontra pun terjadi di ranah netizen, bahkan aksi saling sindir pun terjadi hanya karena kata anjay.

Kepopuleran Anajy ini, akhirnya sampai ke telinga Komnas Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) dan membawanya ke DPR, dengan harapan, penggunaan kata anjay yang TUJUANNYA merendahkan martabat orang lain yang diajak bicara, Sampai di level ini pun, pro kontra tetap terjadi, karena kata anjay sendiri memiliki makna yang ambigu. Banyak anak muda mengucapkan anjay sangat jauh dari maksud untuk merendahan martabat orang lain, karena yang diajak bicara adalah sobat akrabnya sendiri. 

Melansir Kompas.com, kata anjay yang dapat dipidanakan menurut KPAI adalah jika bermakna untuk merendahkan martabat seseorang. menurut Komnas PA, kata ini termasuk dalam kekerasan verbal dan dapat dipidanakan. namun, diksi yang sama jika digunakan untuk menunjukkan kekaguman, rasa salut, pujian dan sebagainya, maka tidak ada masalah, karena bukan mengandung kekerasan dan tidak berpotensi menimbulkan ketersinggungan, sakit hati atau kerugian. 

Tapi, kalau melihat di kalangan millenial sendiri, kata anjay umumnya digunakan sebagai kata slang yang cenderung menunjukkan kekagumn atau hanya bahasa candaan dengan teman sebaya. jadi, jika gegara kata anjay ini, banyak orang dipidanakan, rasanya terlalu berlebihan dan sedikit kurang kerjaan. Jika kaitannya dengan bullying, tinggal dilihat saja konteks kalimat yang dipakai dalam kata anjay atau perasaan dari lawan bicara yang diajak bicara. Sesimple itu. 

Meski begitu, banyaknya kata-kata slang dalam bahasa yang digunakan sehari-hari, baik itu kata yang terdengar sederhana hingga yang kasar, dikhawatirkan akan mengikis penggunaan bahasa Indonesia yang baik dan benar. terlebih di kalangan geenrasi muda, akulturasi dan westernisasi membuat penggunaan berbahasa menjadi rancu hingga tidak tepat. termasuk penggunaan kata anjay ini, atau kata-kata lainnya. Jika sudha begini, tugas kitalah untuk menjaga dan melestarikan Bahasa Indonesia sebagai bahasa ibu, agar masih dapat dinikmati anak cucu kelak......  

 

 

" Anjay" yang digunakan dalam satu kalimat bermakna merendahkan martabat seseorang dianggap Komnas PA termasuk dalam kekerasan verbal dan dapat dipidanakan. Sementara, diksi yang sama jika digunakan untuk menunjukkan kekaguman, rasa salut, pujian, dan sebagainya, maka tidak ada masalah karena bukan mengandung kekerasan dan tidak berpotensi menimbulkan ketersinggungan, sakit hati, atau kerugian. "Penggunaan istilah 'anjay' harus dilihat dari berbagai sudut pandang, tempat, dan makna," tulis keterangan resmi yang ditandatangani Ketua Umum Komnas PA, Arist Merdeka Sirait dan Sekretaris Jenderal, Dhanang Sasongko. Jika unsur kekerasan dalam penggunaan istilah itu terpenuhi dinilai dapat merendahkan martabat orang lain dan mengandung makna perisakan atau bullying maka pelaku dapat dipidanakan. Hal ini mengacu pada UU No 34 Tahun 2004 tentang Perlindungan Anak.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Larangan Penggunaan "Anjay", Reaksi Netizen, dan Kata Ahli Bahasa", Klik untuk baca: https://www.kompas.com/tren/read/2020/08/31/081829965/larangan-penggunaan-anjay-reaksi-netizen-dan-kata-ahli-bahasa?page=all.
Penulis : Luthfia Ayu Azanella
Editor : Inggried Dwi Wedhaswary

Download aplikasi Kompas.com untuk akses berita lebih mudah dan cepat:
Android: https://bit.ly/3g85pkA
iOS: https://apple.co/3hXWJ0L

 

 

" Anjay" yang digunakan dalam satu kalimat bermakna merendahkan martabat seseorang dianggap Komnas PA termasuk dalam kekerasan verbal dan dapat dipidanakan. Sementara, diksi yang sama jika digunakan untuk menunjukkan kekaguman, rasa salut, pujian, dan sebagainya, maka tidak ada masalah karena bukan mengandung kekerasan dan tidak berpotensi menimbulkan ketersinggungan, sakit hati, atau kerugian. "Penggunaan istilah 'anjay' harus dilihat dari berbagai sudut pandang, tempat, dan makna," tulis keterangan resmi yang ditandatangani Ketua Umum Komnas PA, Arist Merdeka Sirait dan Sekretaris Jenderal, Dhanang Sasongko. Jika unsur kekerasan dalam penggunaan istilah itu terpenuhi dinilai dapat merendahkan martabat orang lain dan mengandung makna perisakan atau bullying maka pelaku dapat dipidanakan. Hal ini mengacu pada UU No 34 Tahun 2004 tentang Perlindungan Anak.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Larangan Penggunaan "Anjay", Reaksi Netizen, dan Kata Ahli Bahasa", Klik untuk baca: https://www.kompas.com/tren/read/2020/08/31/081829965/larangan-penggunaan-anjay-reaksi-netizen-dan-kata-ahli-bahasa?page=all.
Penulis : Luthfia Ayu Azanella
Editor : Inggried Dwi Wedhaswary

Download aplikasi Kompas.com untuk akses berita lebih mudah dan cepat:
Android: https://bit.ly/3g85pkA
iOS: https://apple.co/3h

Thursday, 27 August 2020

Liburan....? Tunggu Dululah!!!!

 Bagaimana rasanya saat tak ada uang, tiba-tiba ada yang mengajak berlibur? Rasanya mungkin siapa pun akan mengangguk setuju tanpa berpikir dua kali. Tapi, anehnya, saya malah merasa kesal, sedikit marah dan merasa orang tersebut tidak mengerti situasi. Tapi percuma juga untuk memberi tahu. Paling disebutnya, "Ga punya duit aja bangga, woro-woro". Atau, "Salah sendiri ga mau nabung!". 

all-free-download.com

Yaa...setiap ornag punya masalah yang tak akan dipahami orang lain. Karakter orang Indonesia, kalau tidak mengasihani, paling juga nyinyir atau julid (judes lidah) dan menyalahkan. Wajar sih, karena simpati dan empati menjadi barang langka di sini. Seringnya, orang akan lebih merasa senang jika melihat orang lain susah atau sebaliknya. 

OK, kembali pada ajakan liburan tadi disaat saya pegang uang, bagi saya sedikit menghina. Apalagi ini tanggal tua, dimana saya belum mendapat gaji. Tapi, ya itu dia, namanya orang tak sama. Atau, mungkin saja ia bermaksud baik dan sungguh-sungguh mengajak. Tapi tetap saja, saya merasa di-PHP-in. Kadang saya berpikkir dan ingin sekali berucap, silakan kalau mau pergi berlibur, tapi mohon tanyakan dulu bersedia atau tidak, apa alasannya, dan jangan koar-koar dululah. Kesannya kamseupay dech kalau kata orang gaul mah, alias kampungan...Mo liburan koq woro-woro, keliatan banget kan jarang liburan atau malah kayak yang ga pernah liburan ajah!....Sebel dech.

Kesalnya lagi, orang terdekat kita mbok yaa, dikasih pengertian itu sadar diri dengan kondisi yang sedang dihadapi. Eehhh....ini malah podo wae, pake bilang kasian anaklah kalo ga ikut.....Ga nyadar kondisi lagi sulit begini, belum lagi ancaman COVID-19 yang masih tinggi. Urgensi liburan ini snagat tidak masuk akal. Jika alasannya sudah stress sudah terlalu lama di rumah, helloooowwww....bukannya sebelumnya sudah pernah jalan-jalan menengok besan dan anak cucu menantu? 

Aaahhh...tapi ya sudahlah, saya pusing kalau memikirkan hal yang tidak penting ini. kepala tambah mumet, tapi juga tak ada gunanya. saya mau memikirkan hal yang lebih penting untuk saya dan keluarga kecil saya saat ini. RUMAH TINGGAL.....Bagaimana caranya rumah yang sudah saya cicil susah payah, bisa segera ditempati dan layak dengan ketersediaan air yang layak pakai. Itu saja!!!!!


Wednesday, 15 July 2020

Sekolah Daring, Emak yang Pusing

Tahun ajaran baru sudah dimulai, sodara-sodara.....
Sayangnya, karena si COVID-19 belum juga hilang, dengan berat hati sebagian besar (atau semuanya untuk zona merah), kegiatan sekolah dilakukan kembali dari rumah alias sekolah daring. bermacam-macam caraya, tergantung usia anak sekolah dan kondisi orang tua tentunya. Ada yang sekolah daring hanya menyimak pelajaran dari TVRI, ada yang ditambah dengan tatap muka secara virtual via aplikasi Google Classroom, Zoom Meeting hingga video call WhatApps. Bahkan, setiap sekolah memiliki kebijakan berbeda terkait pelaksanaan sekolah daring ini. Ada pula tambahan tugas lain di setiap harinya yang berasal dari sekolah dan harus dikerjakan siswa.
sxc.hu

Tuesday, 30 June 2020

Compassion & Computational Thinking (Part II)



“The role of teacher is to create the conditions for invention rather than provide ready-made knowledge” - Seymour Papert 

Ungkapan ini diungkapkan S. Papert dalam buku bertajuk “Mindstorm” yang menjadi awal munculnya istilah computational thinking. Awalnya, ia memfokuskan pada dua aspek komputasi. Pertama, bagaimana menggunakan komputasi untuk menciptakan pengetahuan baru. Kedua, bagaimana menggunakan komputer untuk meningkatkan pemikiran dan perubahan pola akses ke pengetahuan.
all-free-download

I LOVE Tay-Tay

Baru ngeuh ternyata aku ngefans banget sama yang namanya Taylor Swift a.k.a Tay-Tay.......
Setelah dalam sehari aku bisa muterin lagunya belio ampe berkali-kali dan HAPALLLLL!!!
OMG, aku bukan lagi teenager, tapi koq yaa suka banget sih sama penyanyi cewek yang satu ini?
Wikipedia