Monday, 17 November 2014

Hari Ayah



“Untuk ayah tercinta dengarkanlah, aku ingin berjumpa....., walau hanya dalam mimpi....”
Semua orang pasti hapal dengan lirik lagu yang populer tahun 1990-an. Lagu yang bercerita tentang ayah ini sangat menyentuh hati, bahkan pendengarnya akan terharu. Pada lagu ini, ada rasa rindu seorang anak pada ayahnya yang mungkin sudah tak tahu rimbanya, apakah masih ada atau sudah tiada.
sxc.hu
Rupanya, tak hanya ibu peran ayah bagi seorang anak pun sangatlah besar. Ya, orang tua yang ideal memang ada dua, yaitu ibu dan ayah. Anak pun akan merasa lebih aman jika kedua orang tua ada untuk dirinya setiap saat. Hanya saja, tidak semua anak mempunyai keberuntungan yang sama, yaitu memiliki dua orang tua yang utuh.

Ada anak yang hanya mempunyai ibu atau ayah, karena berbagai faktor. Bahkan ada anak yang terpaksa hidup dengan kerabatnya yang lain atau menjadi sebatang kara karena tidak ada kedua orang tuanya. Lalu apa akibatnya bagi si anak? Tentunya yang akan membedakan adalah proses tumbuh kembang anak yang tidak akan sama pada masing-masing anak. Anak yang mempunyai dua orang tua utuh dan ditambah dengan curahan kasih sayang dari keduanya, tentu akan mempunyai kondisi psikologis yang sangat baik. Berbeda dengan anak yang hanya dirawat ibunya saja atau apalagi ayahnya saja. Terlebih lagi anak yang tidak memiliki orang tua, dampak psikologis pada tumbuh kembangnya sangat terlihat.
Beberapa waktu lalu, ada hal menarik di mana Indonesia sudah mencanangkan 12 November sebagai hari ayah. Padahal, sebelum-sebelumnya tidak pernah ada hari ayah di negeri ini, hanya ada hari ibu yang diperingati setiap tanggal 22 Desember. Apakah ini sebagai bentuk penghargaan bagi para ayah yang selama ini kurang diperhatikan peran sertanya dalam keluarga. Namun yang jelas, hari ayah dicanangkan oleh para ibu dalam sebuah kegiatan seremonial BKKBN. Mungkin para ibu pun menyadari arti penting para ayah bagi anak-anak mereka.
Setelah hari ayah dicanangkan, diharapkan semua para ayah menyadari bahwa perannya selama ini pun tidak kalah penting dari ibu terhadap tumbuh kembang anak. Sebuah peribahasa menyebutkan, ibu mengandung, ayah menjaga, ibu dijunjung, ayah dipuja. Kehadiran kedua orang tua pun tentu akan memberi rasa aman dan nyaman bagi anak. Sosok ayah akan selalu diingat setiap anak hingga kapan pun sebagai orang yang kuat dan mampu melindungi seluruh keluarga dari berbagai hal. Ayah yang kuat dan berwibawa yang menjadi tulang punggung keluarga. Ayah yang kuat dan gagah dengan berbagai tanda fisik yang memperlihatkan dirinya sebagai seorang pekerja keras. Ayah yang tetap kuat meski usia mulai merenggutnya, rambut memutih, tangan dan kaki yang kasar karena terlalu lelah bekerja. Tapi semua itu tidak pernah dikeluhkan seorang ayah di hadapan anak dan istrinya. Hidup ayah, semoga panjang umur dan sehat selalu!

No comments: