“Untuk ayah tercinta dengarkanlah, aku
ingin berjumpa....., walau hanya dalam mimpi....”
Semua orang pasti hapal dengan lirik lagu
yang populer tahun 1990-an. Lagu yang bercerita tentang ayah ini sangat
menyentuh hati, bahkan pendengarnya akan terharu. Pada lagu ini, ada rasa rindu
seorang anak pada ayahnya yang mungkin sudah tak tahu rimbanya, apakah masih
ada atau sudah tiada.
![]() |
| sxc.hu |
Rupanya, tak hanya ibu peran ayah bagi seorang
anak pun sangatlah besar. Ya, orang tua yang ideal memang ada dua, yaitu ibu dan
ayah. Anak pun akan merasa lebih aman jika kedua orang tua ada untuk dirinya
setiap saat. Hanya saja, tidak semua anak mempunyai keberuntungan yang sama,
yaitu memiliki dua orang tua yang utuh.
Ada anak yang hanya mempunyai ibu atau
ayah, karena berbagai faktor. Bahkan ada anak yang terpaksa hidup dengan
kerabatnya yang lain atau menjadi sebatang kara karena tidak ada kedua orang
tuanya. Lalu apa akibatnya bagi si anak? Tentunya yang akan membedakan adalah
proses tumbuh kembang anak yang tidak akan sama pada masing-masing anak. Anak
yang mempunyai dua orang tua utuh dan ditambah dengan curahan kasih sayang dari
keduanya, tentu akan mempunyai kondisi psikologis yang sangat baik. Berbeda
dengan anak yang hanya dirawat ibunya saja atau apalagi ayahnya saja. Terlebih
lagi anak yang tidak memiliki orang tua, dampak psikologis pada tumbuh
kembangnya sangat terlihat.
Beberapa waktu lalu, ada hal menarik di
mana Indonesia sudah mencanangkan 12 November sebagai hari ayah. Padahal,
sebelum-sebelumnya tidak pernah ada hari ayah di negeri ini, hanya ada hari ibu
yang diperingati setiap tanggal 22 Desember. Apakah ini sebagai bentuk
penghargaan bagi para ayah yang selama ini kurang diperhatikan peran sertanya
dalam keluarga. Namun yang jelas, hari ayah dicanangkan oleh para ibu dalam
sebuah kegiatan seremonial BKKBN. Mungkin para ibu pun menyadari arti penting
para ayah bagi anak-anak mereka.
Setelah hari ayah dicanangkan, diharapkan
semua para ayah menyadari bahwa perannya selama ini pun tidak kalah penting
dari ibu terhadap tumbuh kembang anak. Sebuah peribahasa menyebutkan, ibu
mengandung, ayah menjaga, ibu dijunjung, ayah dipuja. Kehadiran kedua orang tua
pun tentu akan memberi rasa aman dan nyaman bagi anak. Sosok ayah akan selalu
diingat setiap anak hingga kapan pun sebagai orang yang kuat dan mampu
melindungi seluruh keluarga dari berbagai hal. Ayah yang kuat dan berwibawa
yang menjadi tulang punggung keluarga. Ayah yang kuat dan gagah dengan berbagai
tanda fisik yang memperlihatkan dirinya sebagai seorang pekerja keras. Ayah yang
tetap kuat meski usia mulai merenggutnya, rambut memutih, tangan dan kaki yang
kasar karena terlalu lelah bekerja. Tapi semua itu tidak pernah dikeluhkan
seorang ayah di hadapan anak dan istrinya. Hidup ayah, semoga panjang umur dan
sehat selalu!

No comments:
Post a Comment