Tuesday, 25 November 2014

Ulang Tahun



Ada yang menyebutnya, hari lahir, ada yang menyebutnya milad, tepang taun (bahasa Sunda). Tapi, intinya, ini peringatan hari kelahiran seseorang yang sering disambut bahagia. Tak ayal, ucapan selamat pun mengalir deras dari orang-orang terdekat, sahabat, kolega dan siapa pun yang mengingat hari lahir kita.
sxc.hu
Tapi, tahukah sebenarnya, usia manusia semakin berkurang setiap tahunnya? Jadi, jika ada yang berbahagia menyambut datangnya hari lahir, berarti ia tidak menyadari jika umurnya semakin berkurang. Lantas mengapa harus dirayakan? Bukankah alangkah baiknya seseorang yang sudah menginjak di tanggal kelahirannya, ia merenungi apa yang selama ini telah dilakukan dalam hidupnya. Apakah hidupnya lebih banyak melakukan hal-hal positif atau sebaliknya?

Meski secara nominal, umur manusia kian bertambah setiap tahunnya, secara akhirat umur manusia makin berkurang. Secara nominal umur manusia bertambah, ia semakin tua, tapi belum tentu dari sisi kedewasaannya. Untuk itu, momen ulang tahun (biasa disebut jika tepat di hari lahir) bukan waktu yang tepat untuk bersuka ria, tapi berpikir dan merenung. Selama setahun ke belakang, kontribusi apa saja yang sudah dilakukan, perbaikan sikap apa saja yang sudah dilakukan sehingga menjadikan diri pribadi menjadi lebih baik?
Jika dari tahun ke tahun hidup kita hanya gitu-gitu saja, buat apa ada perayaan ulang tahun. Sesuai ungkapan lama, “hari ini harus lebih baik dari kemarin” atau “besok harus lebih baik dari hari ini”, harus kita implementasikan dalam hidup kita. Momen hari lahir sering digunakan semua orang untuk berdoa dan menaruh harapan tinggi akan kehidupannya setelah ulang tahun. Tapi jika ternyata hidupnya masih sama dnegan di umur sebelumnya atau bahkan lebih buruk, buat apa?
Jadi, tak perlu ribut di hari ulang tahun belum ada yang mengucapkan selamat, mentraktir atau memberikan kado. Apalagi hingga berpesta menghambur-hamburkan uang. Jika ada yang memberikan doa, barulah kita harus merasa senang. Karena sedikit banyak, doa yang baik akan memberi efek positif dalam perubahan sikap dan sifat kita ke depannya. Mulailah untuk introspeksi diri, merenungi nasib, dan berubah ke arah yang lebih baik.

No comments: